Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Optimis, REI Kalsel Targetkan 13 Ribu Rumah di Tengah Ekonomi yang Melambat

×

Optimis, REI Kalsel Targetkan 13 Ribu Rumah di Tengah Ekonomi yang Melambat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260812 WA0059 scaled
EXPO - Pemotongan pita menandai dibukanya REI Expo 2026 di Artrium Duta Mall Banjarmasin, Rabu (12/8/2026). (Kalimantanpost.com/Opiq)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Selatan (Kalsel) optimistis penjualan rumah tetap tumbuh di tengah kondisi perekonomian yang melambat. Tahun ini, REI Kalsel menargetkan penjualan sebanyak 10.000 hingga 13.000 unit rumah.

Optimisme tersebut salah satunya diwujudkan melalui REI Expo 2026 yang digelar di Atrium Duta Mall Banjarmasin, 12–16 Agustus 2026. Pameran perumahan ini menghadirkan berbagai pilihan hunian dari pengembang anggota REI Kalsel, sekaligus melibatkan sejumlah perbankan untuk memberikan kemudahan pembiayaan kepada masyarakat.

Kalimantan Post

Ketua DPD REI Kalsel, H. Ahyat Sarbini, mengatakan REI Expo tahun ini menjadi momentum istimewa. Pasalnya, REI Kalsel menjadi satu-satunya asosiasi perumahan yang secara konsisten menggelar REI Expo selama dua dekade.

“Ini semua berkat sinergi dan kolaborasi bersama ketua-ketua REI Kalimantan Selatan sebelumnya yang telah memasang fondasi organisasi,” ujar Ahyat saat Opening Ceremony REI Expo, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, REI Expo 2026 semakin istimewa karena digelar bertepatan dengan sejumlah momentum penting, yakni Hari Kemerdekaan RI ke-81, Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-76, serta Hari Perumahan Nasional ke-18.

Ahyat menambahkan, REI Expo bukan hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertemukan pengembang dengan masyarakat yang membutuhkan hunian.

“Melalui kegiatan REI Expo ini juga membantu teman-teman pengembang perumahan untuk memasarkan rumah,” katanya.

Dukungan perbankan juga menjadi salah satu pembeda dalam pelaksanaan expo tahun ini. Jika sebelumnya REI Expo biasanya hanya diikuti satu perbankan platinum, kali ini terdapat empat perbankan platinum yang ikut berpartisipasi.

“Alhamdulillah, kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan perbankan. Bahkan kali ini diikuti empat bank platinum,” ungkapnya.

Ahyat mengakui, kondisi pasar properti pada semester kedua tahun ini menghadapi tantangan. Namun, REI Kalsel tetap optimistis mampu mempertahankan tingkat penjualan.

“Tahun lalu pencapaian kita di 11.000 unit rumah. Kita evaluasi di semester kedua ini memang ada penurunan. Tapi kita tetap semangat, salah satunya dengan digelarnya REI Expo ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Fathul Jannah Muhidin Dianugerahi Gelar “Bunda QRIS” Kalsel

Ia berharap sinergi antara pemerintah, perbankan dan REI terus diperkuat untuk mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah.

Sementara itu, Perwakilan DPP REI, Royzani Sjachril, mengatakan REI Expo diharapkan menjadi nilai tambah bagi pengembang dalam meningkatkan pemasaran sekaligus memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat.

“Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat atau calon nasabah yang ingin mengenal lebih dalam mengenai rumah subsidi,” katanya.

Menurut Royzani, expo ini juga menjadi kesempatan bagi pengembang untuk menunjukkan kualitas bangunan dan produk hunian yang mereka tawarkan kepada masyarakat Kalsel.
Dengan berkumpulnya berbagai pengembang dalam satu lokasi, masyarakat dapat membandingkan produk, harga, lokasi dan fasilitas sebelum menentukan pilihan.

“Di tengah kondisi perekonomian saat ini kami tetap optimistis, sebab banyak kemudahan yang diberikan dalam REI Expo ini,” terangnya.

Ia menuturkan, sejumlah pengembang juga memberikan harga khusus dan berbagai promo selama pelaksanaan expo. Hal itu diharapkan semakin membuka peluang masyarakat untuk memiliki rumah, terutama bagi mereka yang sedang mencari hunian pertama.

“Rumah yang dipasarkan dalam REI Expo ini banyak yang merupakan rumah subsidi. Insyaallah, rumah subsidi masih menjadi salah satu pilihan dan prioritas masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin memiliki rumah pertama,” imbuhnya.

IMG 20260812 200846
Opening Ceremony REI Expo 2026 di Atrium Duta Mall Banjarmasin. (Kalimantanpost.com/Opiq)

Pada kesempatan itu, Ketua Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, mengatakan sektor perumahan saat ini menghadapi tantangan, terutama akibat kenaikan harga sejumlah material bangunan.

“Kita memahami dengan kondisi geopolitik dan lain sebagainya, juga dari dialog kami dengan pengembang di berbagai daerah, mengeluh dengan adanya kenaikan harga-harga material,” katanya.

Namun, menurut Heru, rumah subsidi tetap menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memenuhi hak dasar masyarakat atas tempat tinggal yang layak.

Baca Juga :  Kadin Banjarmasin Dukung Pertumbuhan UMKM Menuju Naik Kelas

“Di saat yang sama kita memahami bahwa rumah subsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi hak dasar rakyat,” ucapnya.

Karena itu, ia berharap pengembang juga dapat memahami kondisi masyarakat dan terus menghadirkan hunian yang terjangkau serta berkualitas.

Heru juga mengapresiasi pelaksanaan REI Expo Kalsel yang dinilainya menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan produk perumahan kepada masyarakat secara lebih luas.

Ia menyebut, pada tahun lalu realisasi penyaluran rumah subsidi di Kalsel mencapai sekitar 11.200 unit dan menempatkan provinsi ini di peringkat ketujuh secara nasional. Sekitar 70 persen dari capaian tersebut disumbangkan oleh pengembang yang tergabung dalam REI.

“Dengan REI Expo ini informasi makin masif, sehingga masyarakat yang belum memiliki rumah bisa mengetahui adanya fasilitas KPR subsidi dengan bangunan yang berkualitas,” katanya.

Mewakili Pemprov Kalsel,
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak
berharap REI Expo turut membantu pemerintah daerah dalam menekan angka backlog perumahan di Kalsel.

“Saat ini backlog mencapai 12,95 persen atau sekitar 160.000 rumah tangga.
REI Expo diharapkan dapat mendukung penurunan backlog perumahan di Kalimantan Selatan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan subsidi,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih membutuhkan dukungan berbagai pihak agar dapat memiliki rumah pertama. Salah satunya melalui fasilitas pembiayaan subsidi seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Karena itu, Rahmiyanti mendorong konsistensi dan sinergi antara pemerintah, perbankan, BP Tapera dan REI Kalsel agar akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau semakin terbuka.

“Harapannya, melalui kegiatan seperti REI Expo ini masyarakat berpenghasilan rendah bisa semakin mudah mendapatkan informasi dan memiliki rumah pertamanya,” tutupnya. (Opq/KPO-1)

Iklan
Iklan