Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Karhutla Meluas 945 Hektare, Banjarbaru Dikepung Kabut Asap Tebal

×

Karhutla Meluas 945 Hektare, Banjarbaru Dikepung Kabut Asap Tebal

Sebarkan artikel ini
Hl 6 3 KLM BJB 2
KARHUTLA- Kabut asap cukup tebal menyelimuti kawasan Landasan Ulin dan Liang Anggang, Banjarbaru, Selasa (18/8) pagi, dampak meluasnya karhutla. (KP/Devi)

Banjarbaru, KP– Kabut asap tebal kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Banjarbaru, Selasa (18/8) pagi. Kondisi tersebut merupakan dampak meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini telah mencapai 945 hektare.

Kabut asap mulai menebal sekitar pukul 07.00 Wita. Sejumlah kawasan, terutama Landasan Ulin dan Liang Anggang, terdampak dengan jarak pandang pengguna jalan yang ikut terbatas.

Kalimantan Post

Meski demikian, kondisi tersebut belum mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Aktivitas penerbangan masih berlangsung normal.

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura Indonesia, Ahmad Zulfian Noor, memastikan kondisi kabut asap pada Selasa pagi masih dalam batas aman bagi aktivitas penerbangan.

“Pagi tadi alhamdulillah tidak terganggu, masih dalam batas normal,” paparnya.

Di sisi lain, kualitas udara Banjarbaru mulai menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 07.00 WIB, konsentrasi polutan tercatat mencapai 72,8 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.

Meluasnya area terdampak juga menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru. Hingga Selasa, total lahan yang terbakar mencapai 945 hektare.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru Harun Ar Rasyid mengatakan, kondisi di lapangan cukup dinamis. Titik api dapat muncul hampir bersamaan di lokasi yang berjauhan.

“Sampai saat ini, jumlah lahan terbakar mencapai 945 hektare sesuai data yang dihimpun oleh BPBD,” ungkap Harun.

Upaya pemadaman juga menghadapi sejumlah kendala. Selain cuaca panas dan angin yang kerap berubah arah, petugas harus berhadapan dengan akses menuju lokasi yang terbatas serta semakin menyusutnya sumber air alami.

Kondisi sungai di sejumlah lokasi disebut mulai surut. Namun, sumber air dari hidran masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasi pemadaman.

Baca Juga :  Banjarbaru Perkuat Sinergi Forkopimda Hadapi Tiga Tantangan Utama 2026

“Sesuai pantauan, sungai-sungai di lokasi semakin surut. Namun untuk sumber air hidran alhamdulillah masih lancar,” tambahnya.

Jumlah kejadian karhutla sendiri berubah-ubah setiap hari. Dalam beberapa hari, titik api bisa nihil, namun pada hari lain jumlahnya mencapai puluhan dengan luasan dan tingkat keparahan yang berbeda.

Di tengah kepungan asap, BPBD juga memastikan keselamatan petugas menjadi prioritas. Seluruh personel diminta disiplin menerapkan standar operasional prosedur (SOP) serta menggunakan alat pelindung diri (APD) selama berada di lokasi.

Harun menyebut hingga kini tidak ada personel BPBD yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap. Namun, petugas tidak akan dipaksakan bertugas apabila kondisi di lapangan dinilai terlalu berbahaya.

“Untuk tim dari BPBD tidak ada yang mengalami sesak napas. Kami tidak akan memaksakan diri jika memang asap terlalu tebal dan membahayakan,” tegasnya.

Kondisi kabut asap ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla membutuhkan kewaspadaan bersama. Selain memperkuat pemadaman, upaya pencegahan dan pelaporan cepat ketika menemukan titik api menjadi kunci agar kebakaran tidak semakin meluas.(Dev/K-5)

Iklan
Iklan