BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Ratusan massa aksi yang tergabung dari mahasiswa se-Kalimantan Selatan (Kalsel) mendatangi Gedung DPRD Kalsel untuk menyampaikan keresahan terhadap sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapat penanganan serius, Kamis (20/8/2026) sore.
Mulai dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), pemadaman listrik dari PLN hingga panjangnya antrian Bahan Bakar minyak (BBM) subsidi menjadi sorotan dalam aksi tersebut.
“Kondisi Kalsel saat ini seperti dilumpuhkan. Mulai dari listrik padam. Kemudian kebakaran lahan dan hutan yang sebabkan kabut asap hingga panjangnya antrian BBM subsidi yang kita lihat di SPBU yang ada,” ucap salah seorang mahasiswa yang sedang berorasi dalam aksi.
Menurutnya masyarakat Kalsel saat ini benar-benar diuji dengan berbagai persoalan yang terjadi. Misalnya karhutla yang semakin hari semakin meluas di tengah kemarau panjang saat ini.
Akibat karhutla yang terus terjadi belakangan ini, kondisi udara di Kalsel memburuk bahkan masuk dalam kategori berbahaya.
“Sudah ada ribuan masyarakat yang tumbang kena ISPA karena kabut asap ini karena udara kita sudah berbahaya,” sebutnya.
Tidak sampai disitu, ujian lain masyarakat terpaksa harus mengantre panjang untuk bisa membeli BBM subsidi pertalite.
Belum lagi, pemadaman listrik yang masih terjadi hingga saat ini. Tentunya kondisi itu membuat aktivitas warga jadi terdampak bahkan ada yang sampai merugi karena pemadaman tersebut.
“Belum selesai soal pemadaman listrik kita diuji lagi dengan persoalan lainnya. Makanya kita ingin pemerintah serius dengan persoalan yang terjadi Kalsel saat ini karena kita seperti dilumpuhkan,” pungkasnya.
Hingga berita ini naik, massa aksi masih berlangsung. Secara bergantian mahasiswa menyampaikan aspirasi dan keresahan di depan Kantor DPRD Kalsel.
Tak lama aksi berlangsung, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK beserta jajaran keluar menemui massa untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keresahan masyarakat Kalsel.(Ham/KPO-1)















