BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus meluas. Hingga 18 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat luasan lahan terbakar mencapai 6.029,67 hektare, dengan total 1.552 kejadian sejak awal tahun.
Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan ikut mencegah munculnya titik api.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, jangan membuang puntung rokok sembarangan dan bersihkan lahan masing-masing,” pesan Ronny, Kamis (20/8).
Dari total luasan lahan yang terbakar, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Kota Banjarbaru tercatat sebagai daerah yang paling terdampak.
Kabupaten Banjar mencatat 286 kejadian dengan luasan lahan terbakar mencapai 1.347,62 hektare. Kemudian Tanah Laut sebanyak 263 kejadian dengan luasan 1.244,08 hektare.
Sementara Kota Banjarbaru menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 322 kejadian, dengan luasan lahan terbakar sekitar 1.029,7 hektare.
Dampak karhutla mulai dirasakan masyarakat. Kabut asap di sejumlah wilayah Banjarbaru dan Kabupaten Banjar semakin tebal, hingga mengganggu jarak pandang dan kenyamanan pernapasan.
Kabut asap juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Pada pagi 19 Agustus, tercatat 12 penerbangan mengalami gangguan, terdiri dari empat penerbangan kedatangan dan delapan penerbangan keberangkatan.
Gangguan terjadi karena jarak pandang belum memenuhi kondisi ideal untuk mendukung keselamatan penerbangan.
Empat penerbangan yang terdampak pada sisi kedatangan yakni Citilink QG 484 rute Surabaya–Banjarmasin (SUB–BDJ), Citilink QG 1492 rute Balikpapan–Banjarmasin (BPN–BDJ), Super Air Jet IU 628 rute Jakarta–Banjarmasin (CGK–BDJ), serta Wings Air IW 1395 rute Balikpapan–Banjarmasin (BPN–BDJ).
Sedangkan dari sisi keberangkatan, delapan penerbangan mengalami keterlambatan, yakni Citilink QG 483 rute Banjarmasin–Jakarta (BDJ–CGK), Super Air Jet IU 639 (BDJ–CGK), Wings Air IW 1394 (BDJ–BPN), Lion Air JT 315 (BDJ–SUB), Lion Air JT 543 (BDJ–SRG), Wings Air IW 1481 (BDJ–AAP), Citilink QG 485 (BDJ–SUB), dan Citilink QG 1493 (BDJ–BPN).
Manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor memastikan operasional penerbangan berangsur normal setelah kondisi jarak pandang membaik.
Pesawat yang sebelumnya tertahan secara bertahap kembali dapat melakukan pendaratan maupun lepas landas.
“Seiring membaiknya jarak pandang, penerbangan yang terdampak telah kembali beroperasi menuju tujuan masing-masing,” kata General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi hingga konektivitas transportasi udara. Pencegahan dini dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran semakin meluas.(mns/KPO-1)















