BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Musim kemarau tidak hanya meningkatkan risiko gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Masyarakat Kota Banjarmasin juga diminta mewaspadai penyakit diare yang berpotensi meningkat selama musim kering.
Perubahan kondisi lingkungan dan kualitas air menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Terlebih, saat ini kadar garam pada air baku di Kota Banjarmasin mengalami peningkatan.
“Selain ISPA, penyakit diare juga perlu dikhawatirkan karena berkaitan dengan kualitas air. Apalagi saat ini kadar garam pada air bersih kita tinggi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, Minggu (23/8/2026).
Menurut Yanuar, kondisi lingkungan yang kering juga membuat debu lebih banyak beterbangan. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan atau jajanan sembarangan dapat meningkatkan risiko terkena diare.
Terlebih, anak-anak dinilai lebih rentan mengalami diare karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan.
“Anak-anak biasanya suka jajan sembarangan. Apalagi jajanan yang berada di pinggir jalan bisa terkena debu sehingga berisiko menyebabkan diare,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kasus diare di Kota Banjarmasin mengalami peningkatan dalam dua bulan terakhir. Pada Juni 2026 tercatat sebanyak 827 kasus, kemudian meningkat menjadi 945 kasus pada Juli 2026.
“Rata-rata anak usia sekolah yang terkena,” pungkasnya.(ham/KPO-3)















