Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Kadar Garam Tembus Level 5.000, Intake Sungai Bilu Lumpuh, Pemko Gelar Sholat Istisqa

×

Kadar Garam Tembus Level 5.000, Intake Sungai Bilu Lumpuh, Pemko Gelar Sholat Istisqa

Sebarkan artikel ini
IMG 20260827 WA0032 e1787819396485
SHOLAT ISTISQA - Pemko Kota Banjarmasin Bersama PT Air Minum Bandarmasih (PAM) Menggelar Sholat Istisqa di Halaman Kantor PDAM, Kamis (27/08/2026). (Kalimantanpost.com/nugie)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Ancaman krisis air bersih di Kota Banjarmasin kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Menyusul kian pekatnya intrusi air laut yang merusak kualitas air baku, jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin bersama PT Air Minum Bandarmasih (PAM) menempuh jalur spiritual dengan menggelar Sholat Istisqa secara berjamaah.

Pelaksanaan ibadah sunnah untuk memohon turunnya hujan ini dilangsungkan dengan khusyuk di halaman kantor PAM Bandarmasih pada Kamis (27/08/2026) pagi. Ratusan jamaah yang terdiri dari unsur pemerintahan kota dan manajemen PAM tampak menengadahkan tangan, memanjatkan doa agar kemarau yang menyiksa ini segera berlalu.

Kalimantan Post

Agenda krusial ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, yang hadir mewakili Wali Kota H Muhammad Yamin HR. Turut tampak di saf depan jajaran pejabat teras lainnya, termasuk Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, H. Eddy Wibowo, beserta para pemangku kebijakan terkait.

Pria yang akrab disapa Tezar tersebut memaparkan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqa ini merupakan wujud kepasrahan sekaligus ikhtiar batiniah pemerintah daerah. Menurutnya, fenomena kekeringan parah yang berdampak langsung pada merosotnya ketersediaan air baku ini sudah masuk dalam tahap yang meresahkan ketenangan warga kota.

“Kita sama-sama bermunajat agar Sang Pencipta segera menurunkan rahmat-Nya berupa hujan lebat yang membawa berkah, hanya dengan curah hujan yang cukup, kondisi krisis air di kota kita dan daerah penyangga sekitarnya bisa perlahan pulih,” tutur Tezar.

Berdasarkan data pantauan teknis di lapangan, Sekda membeberkan bahwa penurunan kualitas pasokan air ini murni disebabkan oleh intrusi air asin laut yang merangsek masuk ke alur sungai. Fenomena alam ini memicu lonjakan kadar garam yang sangat ekstrem di titik-titik utama pengambilan air PAM.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Mengamankan, Kapolresta Banjarmasin Pilih Berdiri Bersama Warga

“Lonjakan salinitas saat ini benar-benar di luar ambang batas normal, jika di hari biasa angka kadar garam kita pantau hanya berkisar di bawah 300, sekarang laporannya sudah melonjak tajam menembus level 5.000, kondisi darurat inilah yang memicu defisit luar biasa pada layanan air bersih untuk warga,” ucapnya.

Tingkat keasinan yang tak wajar ini sontak menjadi mimpi buruk bagi operasional PAM Bandarmasih. Air sungai yang tercemar salinitas tinggi tak lagi bisa dipaksa masuk ke dalam sistem pengolahan, karena selain berisiko merusak instalasi, hasil akhirnya pun dipastikan tidak layak konsumsi.

Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Utama PT PAM Bandarmasih (Perseroda), Zulbadi, mengamini betapa kritisnya situasi pasokan air saat ini. Ia membeberkan bahwa kawasan Sungai Bilu resmi menjadi zona merah, di mana paparan intrusi air asinnya menjadi yang terparah berdasarkan hasil pantauan nonstop selama 24 jam terakhir.

“Imbas dari kadar garam yang menyentuh angka 5.000 itu, fasilitas intake kita di Sungai Bilu praktis lumpuh total, padahal kapasitas produksinya mencapai 600 liter per detik, namun terpaksa kita setop sepenuhnya operasionalnya agar air asin tidak bablas masuk ke pipa pelanggan,” ucap Zulbadi.

Tak ingin lepas tangan menghadapi krisis, PAM Bandarmasih memutar otak dengan menerapkan skenario mitigasi darurat. Langkah teknis yang kini diambil adalah mengatur ulang ritme distribusi pasokan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2, yang disetel ketat menyesuaikan sisa debit air tawar yang masih bisa diolah.

Tak hanya mengandalkan rekayasa mesin pengolahan, perusahaan pelat merah ini juga meluncurkan armada bantuan langsung ke lapangan. Sejumlah mobil tangki air berkapasitas besar telah disiagakan untuk memasok kebutuhan vital, terutama bagi fasilitas publik krusial seperti rumah sakit dan permukiman warga yang paling parah terdampak krisis.

Baca Juga :  Partai UMMAT Bagikan 3.000 Masker untuk Warga di Tengah Kabut Asap

“Armada tangki air sudah kami standby-kan dan warga bisa memintanya tanpa dipungut biaya sepeser pun, silahkan hubungi kami via call center atau situs resmi PAM, namun syaratnya permohonan harus dikoordinasikan secara kolektif melalui Ketua RT masing-masing agar distribusinya merata dan tertib,” tegas Zulbadi.

Efek domino dari kelumpuhan intake Sungai Bilu ini rupanya dengan cepat merembet ke berbagai penjuru kota. Data PAM mencatat distribusi di wilayah utara Banjarmasin, seperti Banua Anyar dan Sungai Andai, kini mulai mengalami gangguan suplai yang cukup signifikan.

Pun di kawasan barat dan selatan kota, pelanggan harus pasrah menerima kenyataan tekanan aliran air yang mengecil dan tersendat. Realita krisis ini menjadi alarm keras bahwa kerja teknis tak lagi cukup, sehingga doa dari Sholat Istisqa menjadi simbol harapan terbesar agar keseimbangan alam lekas pulih lewat rintik hujan. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan