Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinEkonomi

Magister Administrasi Bisnis FISIP ULM Dorong Kesiapan SDM Hadapi Transformasi Industri Energi Terbarukan

×

Magister Administrasi Bisnis FISIP ULM Dorong Kesiapan SDM Hadapi Transformasi Industri Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260905 142427

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Program Studi Magister Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Seminar Nasional yang membahas kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan industri energi terbarukan.

Mengangkat tema “Kesiapan SDM dalam Menghadapi Industri Energi Terbarukan: Tantangan, Peluang, dan Strategi Adaptasi”, seminar dilaksanakan di Lecture Theater Hall, Gedung Baru FISIP ULM, Sabtu (5/9/2026).

Kalimantan Post

Seminar ini menjadi ruang untuk membahas berbagai perubahan yang muncul seiring berkembangnya industri energi terbarukan, khususnya menyangkut kebutuhan kompetensi, kesiapan tenaga kerja, serta strategi adaptasi menghadapi perubahan sektor energi.

Peralihan menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi dan investasi. Transformasi tersebut juga membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan industri.

Ketua Program Studi Magister Administrasi Bisnis sekaligus koordinator acara seminar nasional, Hairudinor, mengatakan Kalimantan Selatan (Kalsel) selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung energi. Namun, potensi tersebut dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama untuk mendorong pengembangan energi alternatif.

“Di Kalimantan Selatan bisa dikatakan sebagai lumbung energi. Tetapi saat ini masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Hairudinor.

Menurutnya, ketergantungan terhadap sumber daya alam perlu mulai dikurangi dengan mendorong lahirnya berbagai inovasi dan pemikiran mengenai sumber energi alternatif. Perguruan tinggi, kata dia, memiliki peran penting dalam melahirkan gagasan tersebut.

“Dan hal yang penting juga, kita tidak hanya tergantung dari sumber daya alam. Namun, bagaimana nantinya melalui perguruan tinggi ini bisa muncul pemikiran ide untuk mencari energi-energi alternatif. Nah, salah satu yang tadi sudah disinggung bahwa sampah juga salah satu yang bisa dijadikan sumber energi,” tuturnya.

Baca Juga :  BPKPAD Ringankan Beban Pajak : Pokok Dipangkas, Sanksi Dihapus

Lebih jauh dikatakan, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia, tetapi juga menyiapkan sumber energi lain sebelum ketergantungan terhadap SDA menjadi persoalan.

Karena itu, kata Hairudinor, perguruan tinggi dinilai memiliki ruang untuk melahirkan gagasan dan inovasi terkait energi alternatif.

“Salah satunya yang disinggung adalah sampah yang bisa dijadikan sumber daya energi. Jadi melalui perguruan tinggi kita berkomitmen menyiapkan sumber daya untuk itu,” ucapnya.

Hairudinor mengatakan, perubahan tersebut juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia. Pengembangan energi terbarukan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi membutuhkan tenaga yang memahami sekaligus mampu mengembangkan pemanfaatannya.

IMG 20260905 142435

Di sisi lain, Hairudinor menanggapi terkait
Kalsel yang dikenal sebagai daerah penghasil berbagai sumber daya alam. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diikuti dengan kebijakan pemanfaatan yang mampu memberikan manfaat bagi daerah penghasil.

“Terkait itu memang kita melihat regulasi pemerintah juga bagaimana pemanfaatannya sebagai daerah penghasil. Memang yang kita harapkan jangan sampai terjadi krisis di daerah kita,” tuturnya.

Ia menilai Kalsel perlu mulai memikirkan sumber daya lain yang dapat menjadi alternatif ketika sumber daya alam yang selama ini menjadi andalan mengalami keterbatasan.

“Kita tidak hanya berharap dari ketersediaan sumber daya alam, tapi juga sumber daya yang lain bisa menggantikan sumber daya yang ada ini,” katanya.

Hairudior juga menegaskan, melalui kegiatan seminar tersebut ULM berkomitmen mengambil bagian dalam menyiapkan SDM yang mampu menjawab tantangan perubahan sektor energi.

Menurutnya, melalui seminar ini perguruan tinggi ULM berkomitmen untuk menyiapkan sumber daya manusia. Karena itu, ia menekankan pentingnya menyiapkan sumber energi alternatif sebagai langkah antisipasi terhadap keterbatasan sumber daya alam di masa mendatang.

Baca Juga :  Bank Kalsel Kembali Dukung Turnamen Tenis Meja Terbuka VI DPRD Kalsel 2026

“Tapi, kita tidak hanya mengharapkan dari ketersediaan sumber daya alam. Tapi bagaimana juga sumber daya-sumber daya yang lain bisa menggantikan sumber daya alam yang ada ini,” tegasnya.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, organisasi profesi, pemerintah daerah, hingga sektor ketenagalistrikan.
Mereka di antaranya, Irwansyah (Dekan FISIP ULM), Cacik Ruth Damayanti (Ketua Umum Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI) sekaligus dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, Rahmat Prapto Udoyo (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, serta Tri Wahyu Adi (Dosen Institut Teknologi PLN sekaligus Direktur Pengembangan Bisnis di Doosan Enerbility Co., Ltd) Sementara, Devi Rusvitawati yang juga Dosen Administrasi Bisnis FISIP ULM, bertindak selaku moderator.

Seminar Nasional Magister Administrasi Bisnis FISIP ULM tersebut juga diikuti oleh para mahasiswa program S1 dan S2 Program Studi Magister Administrasi Bisnis FISIP ULM yang ingin memperluas wawasan mengenai tantangan dan peluang pengembangan SDM di tengah transisi menuju industri energi yang lebih berkelanjutan.

Pembahasan mengenai kesiapan SDM dinilai semakin penting di tengah transformasi sektor energi yang terus berkembang. Perubahan teknologi, munculnya kebutuhan kompetensi baru, hingga tuntutan terhadap tenaga kerja yang memahami aspek keberlanjutan menjadi tantangan yang perlu dipersiapkan sejak dini.

Melalui seminar tersebut, FISIP ULM berupaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan perspektif akademis sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan strategi dalam mempersiapkan SDM menghadapi perubahan lanskap industri energi. (Opq/KPO-1)

Iklan
Iklan