Rantau, KP — Dua perempuan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, memilih metode operasi wanita (MOW) sebagai kontrasepsi permanen untuk menghentikan kehamilan. Pelayanan tersebut diberikan tanpa biaya di RSUD Datu Sanggul Rantau, Selasa (8/9/2026).
Hal itu terungkap saat Ketua TP PKK Kabupaten Tapin, Hj. Faridah, bersama Wakil Ketua TP PKK Tapin, Hj. Elya Hartati, didampingi Plt Dirut RSUD Datu Sanggul Rantau dr Mujiran dan Plt DPPKB Tapin Mastika meninjau pelayanan sekaligus memberikan dukungan kepada peserta MOW.
Kehadiran orang nomor satu di lingkungan PKK Tapin ini untuk memberikan semangat dan dorongan agar peserta lebih tenang menjalani tindakan medis.
Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Tapin, Mastika Murni, mengatakan pelayanan MOW merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat program keluarga berencana. Program itu juga diarahkan untuk mengurangi risiko kehamilan yang dapat membahayakan ibu dan bayi.
“Pelaksanaan MOW ini gratis, tidak dipungut biaya apa pun,” kata Mastika.
MOW atau tubektomi merupakan metode kontrasepsi permanen yang dilakukan atas keputusan sukarela perempuan yang tidak lagi merencanakan kehamilan. Pilihan tersebut dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi kesehatan maupun rencana keluarga.
Sementara Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani mengatakan, kunjungan kita ke RS untuk melihat sekaligus dukungan kepada peserta yang memasang alat kontrasepsi permanen di rumah sakit, karena masih ada perempuan yang merasa takut atau ragu terhadap prosedur kontrasepsi permanen akibat keterbatasan informasi.
“Yang terpenting adalah memberikan semangat dan dukungan moril kepada para penerima manfaat,” ujar Faridah.
Menurut dia, keikutsertaan dua perempuan dalam pelayanan MOW di Tapin menjadi langkah positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perencanaan keluarga.
Informasi yang tepat dinilai diperlukan agar keputusan menggunakan kontrasepsi dilakukan secara sadar dan sesuai kebutuhan.
Berharap dengan pengalaman kedua peserta yang sudah memasang tersebut dapat menjadi bagian dari edukasi kepada kaum perempuan lain di Tapin, sekaligus mendorong keluarga merencanakan kehamilan secara lebih bijak untuk mendukung kesehatan ibu, anak, dan keluarga.
Pada kesempatan itu, sebagai dukungan dan semangat kepada peserta, Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani memberikan bingkisan kepada dua orang perempuan yang sudah menyelesaikan pemasangan alat kontrasepsi permanen di rumah sakit. (abd/K-6)















