Martapura, KP – Pemkab Banjar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri serta relawan, guna memperkuat sinergi penanganan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta krisis air bersih, di Ballroom Bukit Bintang Park And Resort, Karang Intan, Rabu (09/09/2026).
Langkah antisipasi ini mengambil data terbaru BMKG yang memprediksi musim kemarau berpotensi berlangsung panjang hingga awal 2027. Dampak kondisi kering tersebut mulai dirasakan nyata di lapangan, salah satunya menyusutnya debit air di Waduk Riam Kanan, Aranio, yang selama ini menjadi sumber vital baku udara, pertanian dan pasokan energi masyarakat.
Mewakili Bupati, Sekdakab H Yudi Andrea meminta pihak terkait, khususnya PTAM Intan Banjar dan pengelola waduk terus melakukan pemantauan ketat ketersediaan air bersih, terutama jika curah hujan terus menurun hingga November mendatang.
“Selain krisis udara, aktivitas pasca musim panen menjadi perhatian khusus, karena berpotensi memicu timbulnya titik api akibat kegiatan pembakaran lahan terbuka. Para Camat diimbau aktif turun ke desa-desa melakukan edukasi persuasif pada petani,” pesannya.
“Gunakan pendekatan melalui tokoh dan alim ulama, agar informasi lebih efektif diterima,” tegasnya.
Yudi juga menyoroti agar masyarakat tidak terprovokasi berita bohong atau hoaks yang menyebutkan kebakaran lahan sengaja dilakukan untuk pembukaan perkebunan sawit.
“Pastikan informasi yang sampai ke masyarakat, fakta yang bersumber dari instansi resmi,” ajaknya.
Selain itu, dia juga menginstruksikan dinas kesehatan mengantisipasi kasus ISPA akibat paparan kabut asap. Pastikan ketersediaan masker dan memprioritaskan distribusinya ke wilayah-wilayah paling terdampak.
“Melalui Rakor ini, seluruh elemen terkait, termasuk TNI, Polri, dunia usaha hingga relawan, seperti Buser 690 dan RAPI diminta menghilangkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi terpadu demi keselamatan masyarakat,” tandasnya.
“Hilangkan sekat-sekat birokrasi, jika itu menyangkut keselamatan rakyat. Kita harus cepat, tepat dan terpadu dalam bertindak,” pungkasnya. (Wan/K-5)















