Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Lindungi Siswa dari Kabut Asap, SDN 4 Syamsudin Noor Pangkas Jam Belajar

×

Lindungi Siswa dari Kabut Asap, SDN 4 Syamsudin Noor Pangkas Jam Belajar

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLM BJB 1 3
BELAJAR DI TENGAH ASAP: Siswa kelas 2 SDN 4 Syamsudin Noor mengikuti pembelajaran di dalam kelas saat kabut asap menyelimuti kawasan sekolah, Rabu (9/9/2026). Sekolah menerapkan PTMT Penyesuaian dan membatasi aktivitas siswa di luar ruangan untuk menjaga kesehatan. (KP/Devi)

Banjarbaru,KP – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat SDN 4 Syamsudin Noor di Jalan Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, harus menyesuaikan pola pembelajaran. Perlindungan kesehatan siswa menjadi prioritas, tanpa menghentikan pembelajaran tatap muka sepenuhnya.

Sekolah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) Penyesuaian sejak Senin (7/9). Salah satu langkah yang diterapkan yakni mewajibkan seluruh siswa mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah.

Kalimantan Post

Kepala SDN 4 Syamsudin Noor Rahmita Sari mengatakan, kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir membuat aktivitas siswa harus lebih dibatasi, terutama pada pagi hari.

“Untuk penyesuaiannya, anak-anak wajib mengenakan masker. Dua hari ini kabut asap terasa lumayan tebal. Jadi anak-anak kami arahkan untuk diam dan menunggu di dalam kelas terlebih dahulu. Setelah kabut berkurang, baru diperbolehkan bermain di luar,” ujar Rahmita, Rabu (9/9).

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, sekolah juga memangkas durasi belajar. Siswa kelas rendah dipulangkan pukul 11.40 Wita, sedangkan kelas tinggi hingga pukul 13.00 Wita.

Dengan waktu belajar yang lebih singkat, guru diminta memprioritaskan materi yang dianggap penting bagi siswa.

“Kami tekankan guru-guru untuk menyampaikan materi esensial di sekolah. Kalau ada yang perlu latihan, bisa dikondisikan untuk dibawa pulang anak-anak,” katanya.

Rahmita menyebut keputusan menerapkan PTMT Penyesuaian merupakan hasil koordinasi dengan komite sekolah. Orang tua murid masih menginginkan pembelajaran tatap muka karena dinilai lebih efektif dalam membantu anak memahami materi.

Namun, sekolah tetap menyiapkan skema alternatif apabila kondisi udara memburuk. Jika kabut asap pada pagi hari terlalu pekat dan dinilai membahayakan kesehatan, pembelajaran dapat dialihkan sementara ke PJJ.

“Keselamatan dan kesehatan anak tetap menjadi prioritas. Kondisi asap terus kami pantau setiap hari, sehingga pola pembelajaran bisa disesuaikan dengan situasi,” pungkasnya.(Dev/K-5)

Baca Juga :  Dikeluhkan Dua Bulan, Lantai Pasar Bauntung Langsung Dibongkar
Iklan
Iklan