Banjarbaru, KP – Akses Jembatan Campai di Jalan Mistar Cokrokusumo, Cempaka, Banjarbaru, sistem buka tutup.
Mobilitas bergantian menggunakan jembatan darurat tepat di samping jembatan utama.
Angkutan dengan tonase besar tak bisa melintas.
Dialihkan ke jalur alternatif lainnya.
Kondisi itu berlangsung sejak pemberlakuan pembatan angkutan bulan Juni lalu.
Selama proses pengerjaan akses terbatas menggunakan jembatan darurat, kondisi tersebut segera berakhir.
Seiring pengerjaan jembatan yang sudah memastuki tahap akhir.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, selaku pemilik aset menargetkan jembatan sudah bisa dilalui secara normal awal Oktober mendatang.
“Kami memastikan pekerjaan terus dikebut agar penyelesaian proyek sesuai target dan akses lalu lintas dapat segera kembali difungsikan. Pembukaan Jembatan Cambai nantinya akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Robby Cahyadi.
Menurutnya, pekerjaan pada Jembatan Cambai merupakan bagian dari upaya Pemprov Kalsel meningkatkan kapasitas infrastruktur jalan dan jembatan.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan volume kendaraan di kawasan Cempaka.
Dalam proyek tersebut, kapasitas jembatan diperlebar dari sebelumnya sekitar 5,5 meter menjadi sekitar 7 meter.
Pekerjaan juga mencakup penggantian box culvert dengan ukuran yang lebih lebar.
Selain pelebaran jembatan, proyek tersebut meliputi peninggian badan jalan serta pelebaran ruas jalan yang disesuaikan dengan kondisi jalan eksisting di sekitar lokasi.
“Progres pekerjaan saat ini sudah mendekati tahap penyelesaian. Setelah dibuka, semoga jembatan ini dapat meningkatkan kelancaran arus kendaraan sekaligus memberikan akses transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” papar Robby. (mns/K-2)















