Anak Durhaka Bunuh Ibu Kandung dan Tante

TAMIANG LAYANG, KP – Anak durhaka mungkin pantas disandang Lin Kadir (37), yang tega membunuh ibu kandungnya, Bawi alias Mama Iyun (65) dengan sadis yakni menebaskan senjata tajan jenis parang ke leher hingga putus.

Tak hanya itu, pelaku juga habisi Hatna alias Mama Tati (70) tidak lain tantenya merupakan kakak dari sang ibu.

Mama Tati saat itu sedang rebahan dalam kelambu ikut tewas karena ditebas pelaku.

Ironisnya lagi, si adik pelaku, Mariana (25) juga mengalami luka di bagian dada sebelah kiri.

Mariana saat ini sedang dalam perawatan di Puskesmas Ampah Kota.

Kasus pembunuhan sadis itu terjadi di Murung Baki, RT 26 Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (17/11) malam, sekitar pukul 18.30 WIB.

“Jika laporannya sudah komplit, nanti kita sampaikan ke rekan-rekan wartawan,’’ kata Kapolres Bartim, AKBP Zulham Effendi usai acara kenal pamit Kapolres Bartim di Tamiang Layang.

Informasi dihimpun, Iin menebas leher ibunya, Bawi alias Mama Iyun bertepatan di halaman dekat rumah warga yang ingin menyelenggarakan resepsi perkawinan.

Ini dikarenakan Mama Iyun menegur Iin yang sedang mengamuk.

Pelaku juga membunuh Hatna alias Mama Tati dengan mengalami luka fatal di bahu dan bagian kepala bagian kanan.

Adik pelaku, Mariana (25) sedang dalam perawatan di Puskesmas Ampah Kota.

Dari keterangan diperoleh KP, awal mula peristiwa berdarah itu terjadi ketika pelaku datang menemui ibunya yang duduk bersama Hatna di teras rumah.

Pelaku datang meminta uang. Mama Iyun sempat menasihati anaknya, jika mabuk nanti kasian orang tua dalam kubur dapat azab.

Loading...

Mendengar nasihat itu, Iin Kadir pergi ke kuburan dan menggali dengan parang.

Warga yang melihat mencoba menegur pelaku. Namun pelaku marah.

Pelaku kemudian merusak pelaminan, perabotan elektonik di tempat acara yang akan dilangsungkan resepsi pernikahan.

Warga meminta bantuan Mama Iyun. Melihat sang adik, Hatna membantu Mama Iyun untuk menasehati Iin. Mariana juga ikut mendampingi.

Pelaku yang memegang parang langsung mengamuk hingga menebas ibu kandungnya, tante dan adiknya.

Palaku kemudian ke sebelah rumah dan mengamuk lagi membabi buta hingga orang di kampung berlarian ketakutan.

Warga pun minta bantuan aparat Kepolisian Sektor Dusun Tengah.

Polisi yang mencoba menghentikan pelaku sempat dikejar dengan parang.

Beberapa kali diberikan tembakan peringatan tidak dihiraukan pelaku.

Pelaku mengejar anggota dan pada jarak yang begitu dekat, terpaksa `timah panas’ (peluru,red) kepada pelaku.

Empat peluru ternyata mengenai tubuh pelaku dan akhirnya tewas di Puskesmas Ampah Kota.

Informaso lain, Iin sebenarnya dikenal sebagai warga yang baik. Ia mempelajari ilmu agama `Tasawuf’ sendirian sehingga keluar dari jalur pengajaran.

“Warga mengenal pelaku sebagai warga yang baik. Namun mendalami ilmu tasawuf jadi diduga salah mengkaidahkannya sehingga ingin membongkar kuburan ditegur warga.

Saat ditegur itu dia (pelaku) marah dan kemudian mengamuk,’’ kata salah satu warga, Dani.(vna/K-2)

 

 

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya