Tim Sketsa Wajah Diturunkan, Dirjen PAS Nyatakan Prihatin

 

 

Banjarmasin, KP– Tim sketsa wajah akan diturunkan untuk menungkap siapa pelaku penyiram dengan air keras terhadap Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Asep Syarifudin.

Dari keterangan, Kamis (22/11) sketsa wajah itu berdasarkan hasil pengakuan dari korban tentang ciri-ciri pelaku yang menghampiri dan menyiramnya saat di halaman parkir Café Capung di Jalan S Parman Banjarmasin Tengah, Selasa (20/11) malam lalu, termasuk keterangan dari para saksi.

Untuk mengungkap kasus ini, semua jajaran dikerahkan untuk mencari pelakunya.

Pihak Polda Kalsel juga telah turunkan tim Labfor untuk serta menangani.

“Tentang sketsa wajah, bisa itu dilakukan. Kita masih terus dalami kasus tersebut, dan hingga saat ini identitas pelaku masih belum diketahui,’’ kata Direktur Reskrimum, Kombes Pol Sofyan Hidayat, kepada wartawan, kemarin, disela gelar kasus pemenggal kepala yang terungkap.

Sisi lain, CCTV yang telah pihaknya periksa juga tidak bisa membantu untuk mengetahui identitas pelaku.

Diberitakan, akibat kejadian, sekitar pukul 19.30 WITA itu, korban mengalami luka melepuh di bagian muka, bahu dan tangan kanan serta kiri dan hingga kemarin malam masih dalam perawatan di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin.

Bahkan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Polisi Yazid Fanani, menyatakan kasus dialami Kadivpas Kemenkumham Kalsel, Asep Syarifudin, memang jadi atensi pihaknya.

“Anggota masih bergerak di lapangan dan doakan saja ya agar cepat terungkap, dan ini atensi kita’’ kata kapolda.

[]Prihatin

Sementara itu, Kamis pagi (22/11), Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami didampingi  Kabag P2L Ditjen PAS, Itun Wardatul Hamro, menjenguk korban, Asep Syarifudin.

Sri turut prihatin atas musibah yang menimpa Asep. Rombongan disambut Kepala Kanwil, Ferdinand Siagian, beserta jajaran Kemenkumham Kalsel.

Kondisi Asep Syarifudin masih terbaring usai menjalani operasi.

“Kejadian yang menimpa pak Kadiv saat ini merupakan takdir yang tidak bisa dihindari, ini adalah ujian bagi kita semua insan Pemasyarakatan.

Saya yakin pak Kadiv bisa sabar dan tetap kuat, saya dan teman-teman semua mendoakan kesembuhan bapak,’’ ucapnya.

Sri sepenuhnya menyerahkan ke pihak Kepolisian dan berharap pelaku bisa segera tertangkap.

Sri Puguh melanjutkan kunjungan meninjau Lapas Perempuan Martapura dan pembangunan Lembaga Pembinaan Anak Kelas I Martapura, sertas Lapas Kelas III Banjarbaru. (K-2)

 

 

 

 

 

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...