Tower SUTT Roboh, Listrik Palangka Raya Padam

Palangka Raya, KP – Aliran listrik di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari ke depan diprediksi bakalan padam. Pasalnya, tiang saluran udara teganggang tinggi (SUTT) 150 kilo volt (Kv) di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya roboh.
Tower transmisi yang persis terletak di arah Kalampangan tersebut tumbang pada Jumat (2/11) dinihari. Dan penyebab masih belum diketahui.

Sebab, saat ini petugas PLN melakukan investigasi penyebab robohnya tower suplai listrik yang ada di Jalan Mahir Mahar, Kecamatan Sabangau tersebut.

“Penyebabnya masih kita lakukan investigasi,” kata Dedy Yunarto, Humas PLN Rayon UP3 Palangka Raya.
Ia menuturkan, petugas PLN sudah ada di lokasi robohnya SUTT tersebut. Untuk sementara, belum diketahui pasti penyebabnya. “Nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut, kita sampaikan,” tuturnya.

Sementara Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng M Yusfiansyah mengatakan, dampak dari peristiwa itu menyebabkan Sistem Interkoneksi Kalsel dan Kalteng terputus.

Beberapa gardu induk (GI) yakni GI Palangka Raya, GI Kasongan, GI Sampit dan GI Bagendang, padam. Sehingga suplai listrik ke pelanggan terputus.

Dilanjutkannya, akibat kejadian itu suplai listrik untuk wilayah tersebut mengalami kehilangan daya sebesar 63 Mega Watt.
Upaya pemulihan yang dilakukan PLN Kalselteng adalah dengan mendirikan tower darurat sebagai pengganti SUTT 150 kV yang roboh.

PLN memperkirakan untuk membangun tower darurat butuh waktu sekitar 2-4 hari baru selesai. Setelah itu baru suplai listrik baru bisa normal kembali.

“Saat ini petugas kami sedang dalam tahap proses mobilisasi material ke lokasi. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar upaya kami dalam mendirikan tower darurat dapat berjalan lancar. Sehingga suplai listrik ke pelanggan di Kalteng kembali normal,” pungkasnya.

Selama Sistem Interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terputus, suplai listrik untuk Kota Palangka Raya dan sekitarnya mengandalkan PLTD Kahayan dan PLTD Baamang dengan total daya 17,5 MW. Sehingga, rencananya akan dilakulan pemadaman bergilir.

“Jadi sebelum tower darurat itu belum dibangun, maka akan terjadi pemadaman bergilir, karena daya tersedia dari PLTD Kahayan hanya 5 Kv,” tutur Asisten Manajer PLN Kalselteng, M Anwari, Jumat (2/11) sore.

Ia menjelaskan kebutuhan daya khususnya untuk area Kota Palangka Raya mencapai 40 Kv, sedangkan daya dari PLTD Kahayan hanya 5 Kv, sehingga suplai listrik harus digilir.

“Sampai saat ini kami masih menyusun jadwal untuk menentukan jadwal pemadaman bergilir. Nanti jadwalnya akan disampaikan ke masyarakat,” tandasnya

Sementara itu, aparat kepolisian sudah melakukan pengecekan di sekitar lokasi, termasuk memeriksa baut pada SUTT tersebut. Pemeriksaan baut dilakukan untuk memastikan ada tidaknya indikasi pencurian.

“Setelah dilakukan pengecekan, baut-baut masih lengkap terpasang,” kata Kapolsek Sabangau Ipda Yusuf Priyo Wijoyo mewakili Kapolres AKBP Timbul Rein Krisman Siregar.(net/K-4)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...