Bupati Hadirkan Solusi Hadapi Isu Ketahanan Pangan

Martapura, KP – Dinas Ketahanan Pangan menggelar Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan guna membahas terkait isu terkini ketahanan pangan di Kabupaten Banjar, di Aula Hotel Kertak Hanyar, Rabu (23/10).

Rakor tersebut dibuka Bupati KH Khalilurrahman. Hadir Ketua TP PKK Hj Raudathul Wardiyah, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kalsel serta kepala SKPD terkait.

Bupati Khalilurrahman menyampaikan, berdasarkan UU 18/2012 tentang Pangan mengamanatkan, terwujudnya ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Keduanya diperlukan komunikasi, koordinasi, sinkronisasi dan sinergi yang kuat guna mewujudkan kemandirian, kedaulatan dan ketahanan pangan,’’ katanya.

Melalui rakor ini, dia menilai memiliki arti sangat penting, mengingat pada saat ini banyak negara yang masih dihadapkan pada krisis pangan yang ditandai kenaikan harga bahan pangan di pasaran dunia.

“Hal ini juga memicu naiknya harga beberapa komoditas pangan di dalam negeri yang tentu saja memberikan pengaruh kurang baik bagi ketahanan pangan kita,’’ kata bupati.

Berita Lainnya

KB Mobile Beri Pelayanan Di Sungai Pinang

1 dari 1.184
Loading...

Pada kesempatan tersebut, Guru Khalil juga menyinggung masalah lain yang menjadi persoalan bidang pangan, yakni aspek konsumsi. Saat ini konsumsi sebagian besar masyarakat masih didominasi beras, sementara bahan pangan lainnya, seperti umbi–umbian, kacang–kacangan, pangan hewani serta sayur dan buah, masih dibawah anjuran.

“Pola konsumsi yang baik adalah memberikan asupan gizi cukup, namun meningkatkan intelegensi, khususnya bagi balita dan anak–anak,’’ tandasnya.

Dia juga menyinggung masalah dihadapi petani untuk meningkatkan produksinya, seperti alih fungsi lahan pertanian, terbatasnya luas lahan dikelola, rendahnya produktivitas karena rendahnya penerapan teknologi, masih cukup tingginya kerusakan tanaman akibat serangan organisme pengganggu, bencana alam.

“Berbagai persoalan tersebut, menyebabkan kita kian khawatir akan meningkatnya jumlah masyarakat yang mengalami rawan pangan, seperti kasus gizi kurang, gizi buruk dan stunting,’’ katanya.

Guna menghadapi isu-isu tersebut, menurutnya, perlu memantapkan ketersediaan pangan guna menuju kemandirian pangan, mendorong petani memanfaatkan momen naiknya harga pangan dengan meningkatkan produksi dan secara konsisten berupaya mengurangi jumlah penduduk miskin dan pengangguran.

Lalu memberi dorongan pada masyarakat untuk melakukan diversifikasi konsumsi pangan dengan mengurangi ketergantungan pada bahan pangan tertentu, mengembangkan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), melakukan pengawasan stabilitas harga gabah serta inspeksi pasar menjelang Hari–Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN). (wan/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya