Angkat besi tambah medali kalsel

Jakarta, KP – Cabang angkat besi Kalimantan Selatan, kembali menambah pundi pundi medali untuk banua, lifter muda andalan Bumi Lambung Mangkurat sukses meraih emas di nomor 81 kilogram putera serta perak di nomor 89 kilogram putera.

Raut gembira terlihat dari wajah Misbahul Munir, atlet angkat besi Kalsel yang menyumbang medali emas untuk banua. Remaja 16 tahun tersebut sukses menaiki podium pertama setelah membukukan nilai tertinggi pada dua nomor angkatan, yakni snatch 128 kilogram serta clean and jeck 155 kilogram dengan total angkatan 283 kilogram

Mengenakan lifting sweat berwarna biru kombinasi merah, Munir kokoh menahan angkatan terakhirnya 155 kilogram clean and jeck dengan kuda kuda yang sempurna.

Munir mengungguli lifter asal Jawa Tengah yang mengumpulkan total angkatan 262 kg, serta lifter Kalimantan Timur dengan total angkatan 206 kilogram.

Munir sendiri menambah torehan medali emas Kalsel dari cabang angkat besi yang sebelumnya di raih oleh Nur Riska Amanda.

Pelatih angkat besi Kalsel, Mujianto merasa bersyukur anak anak tampil luar biasa. Kita aprrsiasi. Dua emas satu perak. Target kami satu emas. Betul sekali. Kemaren Kejurnas PPLP di Lampung. Mereka di tempat pertandingan. Angkatan meraka naik semua mecahin rekor.

‘’Alhamdulillah dan senang luar biasa, mecahin rekor Snatch 28, mecahin rekor di Lampung. ’’ kata Misbahul Munir, atlet angkat besi Kalsel

Sementara itu di hari yang sama cabang angkat besi juga meraih medali perak di nomor 89 kilogram putera.

Hafiruddin mampu bertengger di peringkat kedua setelah mencatatkan total angkatan seberat 251 kilogram selisih 19 kilogram dari lawannya asal Jawa Tengah yang mengumpulkan 270 kilogram.

Berita Lainnya

PABBSI akan dibubarkan

1 dari 222
Loading...

Cabor pencak silat

Sementara itu dari cabang pencak silat perjuangan pesilat Kalsel, Atikah Wahyu Perdani serta Eka Prasanti Suwandi harus terhenti di babak semi final. Keduanya hanya memastikan menambah medali perunggu untuk kontingen Kalimantan Selatan.

Pada Pertandingan yang berlangsung di GOR Jakarta Utara tersebut keduanya tumbang dengan skor telak.

Atikah yang turun di kelas pertarungan 45 kilogram takluk dari lawannya asal Nusa Tenggara Timur, Andini Cahya Dewi dengan skor lima nol.

Sementara Eka Prasanti Suwandi yang bermain di kelas pertarungan 55 kilogram kalah dari Nadia Apriliani asal Riau dengan skor empat satu.

Eka sempat unggul di babak pertama dan kedua, Namun pada dua menit terakhir, dirinya tak mampu menahan gempuran sang lawan.

Hasil tersebut membuat keduanya memastikan tempat ketiga atau medali perunggu.

Meski demikian torehan dua perunggu tersebut disambut positif tim pelatih. Muhrani mengaki jika kegagalan anak asuhannya meraih medali emas lantaran minimnya laga uji coba jelang pertandingan.

Sementara itu pesilat lainnya harus tersungkur dan belum bisa memberikan medali untuk Bumi Lambung Mangkurat. (rel/nfr/k-9)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya