Dewan Prihatin Minat Baca Siswa Masih Rendah

Banjarmasin,KP – Anggota komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, DR (HC) Yunan Chandra menyatakan keprihatinnya masih rendahnya minat baca para siswa baik sekolah negeri maupun swasta. Padahal, ujarnya, budaya atau kebiasaan gemar membaca ini sangat penting dalam upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Yunan Chandra mengakui, banyak faktor penyebab rendahnya minat baca para siswa. Namun dari sekian penyebabnya itu salah satu menurutnya penilaiannya adalah akibat sistem pembelajaran atau pendidikan saat ini yang belum membuat anak-anak/siswa/mahasiswa harus membaca buku lebih banyak.

Menurutnya, sistem pendidikan mulai dari SD sampai SMA sekarang ini tampaknya lebih banyak mengarah ke ujian akhir. Artinya, semua pelajaran ditujukan untuk menyiapkan siswa menghadapi ujian akhir.

“ Alhasil akhirnya sedikit sekali peserta didik kita memiliki rangsangan untuk gemar membaca buku ilmu pengetahuan,’’ ujar ketua komisi yang salah satunya membidangi masalah pendidikan ini, kepada KP, Senin (4/11).

Lebih jauh dijelaskan, faktor lain sebagai penyebab yaitu banyaknya jenis hiburan, permainan (game) dan tayangan TV dan penggunaan handpone (HP) yang mengalihkan perhatian anak-anak tidak terkecuali orang dewasa dari buku.

Berita Lainnya
1 dari 1.746
Loading...

Ditandaskan Yunan Chandra, berdasarkan penelitian di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan informasi saat ini menunjukkan banyak waktu bermain anak-anak Indonesia hanya dihabiskan untuk melihat acara-acara di TV dan bermain Handpone atau di luar rumah daripada membaca buku atau belajar.

“Padahal jika dibandingkan di sejumlah negara maju jumlah jam bermain anak-anak sangat dibatasi. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar atau membaca buku,’’ ungkap Yunan Chandra.

Dikatakan, relatif mahalnya harga buku pelajaran dan ilmu pengetahuan lainnya dan tidak sebanding dengan daya beli masyarakat juga merupakan salah satu penyebab rendahnya minat baca masyarakat dan peserta didik.

Menyinggung strategi yang dapat diterapkan untuk menumbuhkan minat baca anak, Yunan Chandra mengemukakan, idealnya harus dimulai sejak usia ini. Disamping itu, ujarnya, proses pembelajaran di sekolah haruslah dapat mengarahkan kepada peserta didik untuk rajin membaca buku dengan memanfaatkan literatur yang ada di perpustakaan atau sumber belajar lainnya.

Hal tidak kalah penting adalah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya minat baca anak-anak. Baik di rumah maupun di sekolah. “Khusus di rumah orang tua hendaknya menyediakan bacaan di rumah, seperti majalah, koran, kamus, serta buku ilmu pengetahuan lainnya yang bermanfaat,’’ demikian Yunan Chandra. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya