Fraksi Gabungan PAN dan PKS, Hanura dan Perindo Kritisi Kerusakan Jalan Ruas Kuaka Kurun – Puruk Cahu

Palangka Raya, KP – Fraksi Gabungan terdiri dari PAN, PKS, PPP, Perindo dan Hanura mengkritisi kerusakan jalan di sejumlah wulayah Kalimantan Tengah, diantaranya ruas Kuala Kurun-Puruk Cahu.

Pasalnya menurut juru bicara Fraksi ini Sirajul Rahman, pada pemandangan umum Dewan terhadap Nota RAPBD Kalteng Tahun 2020, Kamis akhir pekan lalu, beberapa titik ruas tersebut mengalami kerusakan sehingga sulit dilewati.

Padahal ruas tersebut dinilai sangat vital bagi transportasi warga Murung Raya menuju Ibu Kota Provinsi Palangka Raya, dan berstatus jalan nasional poros tengah. “Kenderaan roda empat sering amblas melewatinya” ungkap Sirajul Rahman.

Kerusakan terjadi bila musim hujan, sebab belum diaspal, yang seharusnya paling tidak memerlukan pemerliharaan, terang wakil rakyat dapil IV itu, seraya berharap Pemerintah Pusat maupun Provinsi segera memperbaikinya.

Berita Lainnya

Kalteng Ikuti Rakor Penyusunan APBD 2021

UPR dan Polda Kerjasama Pengembangan SDM

1 dari 536
Loading...

Diingatkan bagi Pemprov Kalteng pada tahun anggaran 2020 tetap fokus pada pembangunan infrastruktur, pasalnya infrastruktur merupakan kunci percepatan pembangunan dan ekonomi.

Dalam membangun infrastruktur selain kuantitas jalan dan jabatan, juga tak kalah kualitasnya harus ditingkatkan. Sehingga bisa menjamin kelancaran arus transportasi di wilayah provinsk terluas kedua setelah Papua.

Praksi ini juga soroti masalah ketenagakerjaan, baik tenaga kerja asing memerlukan pengawasan yang ketat, dan tenaga kerja lokal perlu perlindungan dan peningkatan kesejahteraannya.

Dibidang pendidikan, kesehatan juga tak luput dari perhatian pihaknya agar benar-benar mendapat prioritas dari Gubernur, yang memerlukan rencana strategis, agar SDM Kalteng mampu berdaya saing.

Terkait Nota Keuangan dan RAPBD Tahun 2020 yang diajukan Gubernur pada Sidang Paripurna Dewan sebelumnya dengan target pendaparan sebesar Rp 5,130 trilyun dan Belanja Rp 5,390 trilyub atau mengalami defisit Rp 267 milyar, pihak Fraksi gabungan sepakat untuk dibahas bersama. (drt/k-8)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya