Pedagang KWK Banyak Gulung Tikar

Banjarmasin, KP – Upaya Pemko Banjarmasin meningkatkan pariwisata kota ini salah salah satunya dengan mendorong usaha kecil menengah (UKM) dengan memfasilitasi penyediaan lokasi khususnya untuk pedagang kuliner, tampaknya belum sesuai harapan. Bahkan banyak pedagang yang berjualan di kawasan itu `gulung tikar’.

Pantauan KP, dari tiga lokasi Kawasan Usaha Kuliner (KWK) yang disediakan Pemko Banjarmasin seiring waktu kian sepi pengunjung. Seperti KWK di Gang Pengkor Kayu Tangi I, tepatnya belakang Gedung Wanita Jalan Brigjen Hasan Hasan Basri Kecamatan Banjarmasin Utara.

KWK Gang Pengkor yang didirikan awal Januari tahun 2014 silam dan diresmikan semasa Walikota Banjarmasin dijabat H Muhidin itu sekarang ini hanya tersisa beberapa pedagang yang masih bertahan.

Padahal, lokasi KWK disediakan sebagai solusi atas kebijakan Pemko Banjarmasin yang menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Kayu Tangi Jalan Brigjen H Hasan Basri semula ditempati sekitar 90 pedagang.

Nasib sama juga dialami KWK berlokasi di Jalan Pos tepatnya berada di tepian Sungai Martapura. KWK yang juga diresmikan semasa Walikota Banjarmasin dijabat H Muhidin pada Juni 2014 tahun itu juga nyaris sepi pengunjung.

“Dari ratusan buah petak tempat berjualan yang didirikan bekerjasama dengan salah satu Bank itu, puluhan buah diantaranya yang sudah tutup dan tidak berjualan lagi,’’ ungkap salah seorang pedagang KWK kepada {{KP}}.

Berita Lainnya
1 dari 1.746
Loading...

Terakhir kebijakan Pemko Banjarmasin, merelokasi ratusan PKL Jalan A Yani Jalan Lingkar Dalam Selatan dengan mendirikan KWK Baiman yang diresmikan Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina sekitar Januari 2017 di Jalan Lingkar Dalam Selatan, Kelurahan Pekapuran Raya.

Padahal awalnya KWK Baiman ditempati sekitar 100 PKL yang direlokasi ke tempat berjualan baru tersebut. Namun baru beberapa bulan ditempati, satu-satu persatu pedagang meninggalkan tempat itu karena tidak mampu lagi bertahan dengan alasan sepi pengunjung.

Tercatat dari informasi diterima, kini hanya sekitar 25 pedagang yang masih bertahan, sedang yang lainnya memilih pindah dan mencari tempat berjualan baru.

Menyikapi sepinya pengunjung ini, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Faisal Hariyadi, berharap agar Pemko terus melakukan pembinaan. “Upaya ini harus terus dilaksanakan agar keberadaan KWK di kota ini tetap bertahan,’’ ujar Faisal Hariyadi ketika dihubungi KP, Minggu (24/11).

Ia menilai, sepinya pengunjung KWK di tiga lokasi itu salah satunya karena Pemko kurang memberikan sentuhan. Hal ini, ujarnya, dapat dilihat masih cukup banyaknya sarana dan prasarana pendukung yang belum dilengkapi.

“Seperti perlunya dipasangi berbagai lampu-lampu hias agar lokasi wisata kuliner pada malam hari lebih terlihat menarik,’’ katanya.

Menurutnya, geliat Kota Banjarmasin khususnya pada malam hari saat ini sudah mulai hidup menyusul sejak dibangunnya Menara Pandang di tepian Sungai Martapura Jalan Kapten Piere Tendean serta adanya Pasar Terapung di sekitar kawasan itu. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya