Komisi II Minta Pemko Tingkatkan Pembinaan UMKM

BANJARMASIN, KP – Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Banjarmasin dinilai berjalan lamban. “Padahal UMKM merupakan salah satu kekuatan perekonomian domestik,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, HM Faisal Hariyadi SE.

Faisal Hariyadi mengemukakan, lambannya pertumbuhan UMKM ini mendapat perhatian serius komisi II dengan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Koperasi dan UMKM di Kota Bogor, Senin (16/12).

“Kami ingin melihat sampai sejauh mana berbagai program dalam upaya meningkatkan sekaligus melakukan pembinaan koperasi dan UKM yang dilaksanakan Pemko Kota Bogor,’’ ujar ketika dihubungi KP, Selasa (17/12).

Menurutnya, dalam kunjungan kerja itu rombongan komisi II DPRD diterima Kabid koperasi di Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor, Hj Enong didampingi sejumlah kepala seksi (Kasi).

Di Kota Bogor, ujarnya, pembinaan UMKM cukup berjalan dengan baik, termasuk dalam memberikan pembinaan terhadap koperasi. Bagi koperasi yang tidak aktif pengurusnya dipanggil dan diberi pengarahan dan motivasi.

“Bahkan para pengurusnya dibawa studi banding untuk belajar ke koperasi yang sudah maju,’’ ujar Faisal Hariyadi, seraya menambahkan bagi koperasi yang masih aktif dibantu pelatihan sampai mendapatkan sertifikasi.

Lebih jauh dikemukakan, di Kota Bogor, keberadaan koperasi cukup berperan dalam menunjang pertumbuhan UMKM dalam mengembang usahanya. Terlebih dalam melaksanakan program Warga Kita (Warung Tentangga Kita) melalui bantuan pinjaman Rp5 juta tiap Warung untuk membantu permodalan UMKM.

Menurut ketua komisi dari F- PAN ini, Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemberdayaan Koperasi juga sudah disiapkan oleh Pemko Bogor sebagai payung hukum pemberian bantuan Rp20 juta untuk setiap koperasi. “Saat ini koperasi di Kota Bogor ada 874, sementara yang masih aktif sebanyak 524 koperasi,’’ ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.746
Loading...

Terkait upaya pengembangan koperasi ini, Faisal Hariyadi meminta, di tengah persaingan global, Pemko Banjarmasin harusnya lebih gencar melakukan berbagai program untuk pengembangan UMKM serta usaha produktif lain.

Menurutnya, meski pertumbuhan sektor UMKM tidak naik terlalu tinggi, namun dampaknya sangat luas bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang bisa mengurangi angka pengangguran.

“Kalau dibandingkan dengan 10 tahun lalu, perkembangan perekonomian terutama industri-industri kecil memang cukup menggembirakan, tapi seiring banyaknya usaha dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan besar, UMKM harus menghadapi persaingan,’’ katanya.

Lebih jauh Faisal Hariyadi mengatakan, pertumbuhan perekonomian selama ini tampaknya masih didominasi kredit konsumtif, sedangkan pertumbuhan kredit sektor riil belum berjalan baik. “Padahal sektor riil merupakan faktor penting yang mempengaruhi perekonomian,’’ tandasnya.

Menurutnya, lambannya pertumbuhan UMKM salah satu faktor menjadi penyebab adalah kredit perbankan masih didominasi kredit konsumtif, sebab pertumbuhan kredit sektor riil seringkali dipengaruhi oleh banyak hal, terutama menunggu kepercayaan terhadap iklim investasi yang lebih besar.

“Sehingga menyadari hal demikian, Pemko Banjarmasin harus terus berupaya memberi dorongan kuat agar lebih banyak kepada industri kecil dapat tumbuh berkembang pesat,’’ ujarnya.

Ditandaskannya, tantangan yang dihadapi Pemko Banjarmasin dengan berbagai permasalahan perkotaan dipastikan akan semakin berat. Diantara paling krusial meningkatnya jumlah pengangguran dan angka kemiskinan karena minimnya tersedianya lapangan pekerjaan.

Kendati, lanjutnya, tingkat pendidikan masyarakat bergelar sarjana tahun demi tahun terus meningkat drastis. Namun para intelektual ini belum tentu mendapatkan jaminan lapangan pekerjaan secara layak. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya