Manusia Unggul, Syarat Utama Isi Kemerdekaan Sebagai

Tanjung, KP – Manusia Indonesia disebutnya unggul sebagai persyaratan utama untuk mengisi kemerdekaan sebagai modal dasar pembangunan di segala bidang, sebab kemerdekaan ini jualah yang menjadi pedoman untuk melaksanakan bela negara.

Hal itu, diungkapkan Pasi Pers Kodim 1008 Tanjung Kapten Inf Hartoto, yang membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, sekaligus bertindak selaku Inspektur Upacara pada Pengibaran Bendera Hari Bela Negara Ke-71 Tahun 2019, belum lama tadi di Halaman Nanggala Makodim 1008/Tanjung.

Peringatan Hari Bela Negara Ke-71 Tahun 2019 kali ini bertemakan “Bela Negara Untuk Kemakmuran Rakyat” dihadiri oleh semua Perwira Staf, Danramil, Anggota Koramil dan staf juga PNS Kodim 1008/Tanjung.

Dalam arahannya, Kapten Inf Hartato menjelaskan, upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-71 tahun 2019 ini sebagai momentum peringatan perjuangan seluruh aspek masyarakat untuk mewujudkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia serta menanamkan kecintaan kepada seluruh anak bangsa kepada NKRI serta menjalankan seluruh pekerjaannya agar senantiasa berbasiskan nilai-nilai kebangsaan dan dalam amanatnya Jokowi meminta semua pihak sama-sama cermat bahwa tantangan yang dihadapi bangsa dan negara semakin hari semakin berat dan beragam bentuknya.

Sebagaimana yang telah diingatkan oleh Bung Karno, bahwa perang modern bukan sekedar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat. Dengan demikian, tidak hanya militer yang berperan membangun ketahanan Indonesia, tapi juga menuntut peran seluruh komponen bangsa demi kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI.

Semakin beragamnya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dihadapi bangsa ini, hanya bisa dihadapi dengan keberagaman keahlian yang saling terkait dan mengisi. “Di sinilah terletak relevansi tekad kita untuk mewujudkan SDM Unggul demi kemajuan Indonesia yang kita canangkan sebagai tema peringatan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74,” ujarnya.

“Manusia Indonesia yang unggul sebagai prasyarat utama untuk mengisi kemerdekaan sebagai modal dasar pembangunan kita di segala bidang. Kemerdekaan ini jualah yang menjadi pedoman bagi kita semua untuk melaksanakan bela negara,” sebutnya.

Bela negara lanjutnya, harus disesuaikan dengan kondisi kekinian yang dihadapi oleh masyarakat secara umum serta dilandasi sinergi semua pemangku kepentingan sehingga terwujud kekuatan yang besar untuk mencapai tujuan yang besar pula. “Dengan demikian, bela negara bukan hanya menjadi alat untuk menghadapi ancaman yang bersifat potensial maupun aktual, namun juga menjadi alat pencapaian tujuan nasional bangsa dalam jangka panjang yang memerlukan kerja keras serta sinergi bersama secara terus menerus,” ujarnya.

“Bagi yang berbakti dalam birokrasi pemerintahan, teruslah mereformasi diri serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. Yang belajar dan mengajar, teruslah meningkatkan kearifan dan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai kebangsaan. Begitupula yang mengabarkan berita, teruslah menjadi penerang informasi masyarakat secara jujur, berimbang dan bertanggung-jawab. Yang menjalankan usaha, tingkatkanlah terus daya saing secara sinergis dengan segenap tujuan negara. Demikian pula segenap masyarakat denga beragam profesinya, jadikan bidang profesi masing-masing sebagai ladang bela negara,” sebutnya.

Diakhir arahannya hari itu, ia berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi dan memberkati segala kesadaran, upaya dan kebersamaan bangsa dalam mencapai segenap tujuan dan cita-cita kemerdekaan menuju Manusia Indonesia Paripurna berdasarkan Pancasila. (ros/K-6)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...