Penutupan U-Turn di Depan ULM Masih Menuai Protes

BANJARMASIN, KP – Menyusul penutupan U Turn di Jalan Brigjen H Hasan Basry Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel atau tepatnya depan Kantor Samsat yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin sejak, Senin (2/12), sampai saat ini terus menuai polemik.

Bahkan dalih penutupan U Turn atau putar balik yang menyebabkan dan menambah kemacetan terhadap kendaraan yang melintas di kawasan tersebut, terus dilakukan penolakan keluarga besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan akhirnya pun berujung pada munculnya pembuatan petisi.

Dari pantauan di lapangan, petisi tersebut tertuang pada website https://www.change.org/p/dinas-perhubungan-kota-banjarmasin-penutupan-u-turn-kayutangi-banjarmasin-tidak-efektif-dan-menambah-kemacetan-lalu-lintas.

Ada 10 pendukung yang tercatat menandatangani petisi tersebut. Mereka mendukung karena menganggap penutupan U Turn di Jalan Brigjen Hassan Basry atau tepatnya depan SMKN 4 atau Samsat Banjarmasin menyebabkan kemacetan.

“Tandatangani petisi ini jika kamu merasa penutupan U-Turn di Jalan H Hasan Basry hanya akan memperparah kemacetan,’’ begitu kutipan di akhir petisi tersebut.

Tidak hanya petisi, penolakan terhadap penutupan U Turn di depan Kantor Samsat II Kota Banjarmasin rupanya juga disebut-sebut memicu permohonan oleh civitas akademika negeri di kawasan tersebut.

Pasalnya, mereka memberikan masukan agar U Turn yang kini tertutup, bisa dibuka kembali seperti sediakalanya guna memberikan akses kepada pengguna jalan memutar arah.

Berita Lainnya
1 dari 1.786
Loading...

“ Iya betul, jadi kemarin ada masukan dari ULM yang mana mereka meminta agar U Turn di depan gerbang II atau tepatnya di depan Samsat dibuka,’’ ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik.

Meskipun demikian, menurutnya, masukan tersebut kini tidak bisa pihaknya penuhi. Pasalnya, hal ini tertuang pada sebuah surat tanggapan kepada ULM nomor 5934/UNB/TU/2019 tertanggal 27 November 2019 lalu tentang permohonan penyesuaian median jalan di depan gerbang ULM II.

Bahkan dalam surat yang akan ditujukan ke Rektor ULM juga menyertakan tiga poin alasan atas penolakan permohonan permintaan pembukaan kembali U Turn di Jalan Brigjen Hassan Basry. Diantaranya surat tanggapan tersebut berbunyi, bahwa penyelenggaraan Manajemen dan Rekayasa Lalu lintas berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di selenggarakan oleh Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Kedua, setiap rencana pembangunan pusat kegiatan, pemukiman dan infrastruktur yang akan menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan wajib melakukan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 perubahan ketiga dari PM No. 75 tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas.

“Sehingga berkenaan dengan permintaan ULM seperti tersebut diatas, kami tidak bisa memenuhinya karena permintaan tersebut tidak didukung dengan dokumen Andalalin, sebagaimana tertuang pada poin nomor 2,’’ bunyi poin ketiga pada surat yang ditandatangani oleh Ketua Forum LLAJ Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik itu.

Ichwan menyatakan meski permohonan pembukaan U Turn tersebut tidak bisa dipenuhi Forum LLAJ Kota Banjarmasin, namun bukan berarti pihaknya tutup mata atas laporan kemacetan. Karena jika sebelumnya traffic light glow semula ditutup, kini dibuka kembali.

“Jadi di persimpangan tersebut, pengendara selain bisa belok lurus ke Jalan Cemara, kini juga bisa berputar arah. Sebaliknya di U Turn Jalan Flamboyan, jika sebelumnya pengendara bisa belok lurus (Flamboyan, red) , kini hanya diperuntukkan untuk U Turn,’’ jelasnya.

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya