Bumdes Desa Pararain Kembangkan Ikan Papuyu

Amuntai, KP – Budidaya ikan Papuyu yang hidup di perairan rawan dan memiliki harga jual yang cukup tinggi nampaknya menjadi pilihan bagi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Pararain Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) untuk mencoba mengambangkan usaha ini.

Guna meningkatkan Pendapatan Asli Desa, Kepala Desa beserta aparat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pararain Kecamatan Danau Panggang, mengupayakan usaha desa melalui budidaya ikan pepuyu dengan tehnik bioflok.

Awal mula dipilihnya usaha desa berupa budidaya ikan dengan tehnik bioflok ini merupakan saran dan masukan mahasiswa fakultas perikanan unlam banjarbaru yang pernah melakukan KKN di Desa Pararain beberapa tahun yang lewat, kemudian disusul dengan melalukan studi ke tempat budidyaa ikan bioflok di Banjarbaru untuk mengetahui bagaimana proses pengelolaan serta manfaat dari panen yg dihasilkan budidaya ikan dengan bioflok.

Ketertarikan budidaya ikan dalam jumlah yang lumayan dengan bioflok tersebut kemudian diwujudkan dengan melakukan penguatan modal kepada bumdes dengan menginvestasikan dana desa sebesar puluhan juta.

Investasi tersebut ditandai secafa seremoni dengan penebaran benih ikan pepuyu didalam kolam biflok oleh Kades Pararain beserta unsur muspika yang dihadiri Kanit Binmas Polsek Danau Panggang, Ketua BPD dan Tokoh Masyarakat, belum lama tadi.

Berita Lainnya

Kapolda Dukung Gerakan Demokrasi

1 dari 1.023

“kami berupaya melakukan inovasi dengan berbudidaya ikan dengan bioflok ini dan bahkan merupakan bumdes pertama yang berbudidaya ikan dengan bioflok”, ungkap Abdulllah, Kades Pararain.

Kedepan apabila usaha ini berhasil, pihaknya sudah berencana akan memberikan usaha buidaya ikan Bioflog ini bagi warga tidak mampu di Desa Pararain sehingga dengan harapan kesejehteraan masyarakat meningkat.

Sementara itu Yadi selaku konsultan teknis pengembangan budidaya Bioflok bahwa Bumdes Kuningan Jaya merupakan bumdes pertama yang melakukan bididaya ikan dengan bioflok di HSU.

Ia juga mengatakan bahwa ada tiga keunggulan budidaya ikan dengan bioflok, selain hemat tempat, hemat air dan juga hemat pakan.

“Ada tiga keunggulan budidaya ikan dengan tehnik bioflok yaitu hemat tempat, hemat air dan hemat pakan, karena tempat yang digunakan dapat dengan luuas 2 meter persegi, air yang digunakan tidak terlalu banyak serta pakan dengan perbandingan yang lebih sedikit dari budidaya ikan dengan kolam tanah dan ikan yang dihasilkan juga banyak” ujar Yadi.

Dari 12 kolam yang dimiliki bumdes yang dengan sepuluh kolam berisi 1.500-2.000 ekor dan dua kolam untuk air cadangan, diharapkan dapat memanen ikan dalam 9 bulan kedepan sebanyak 8-9 ekor per kilogramnya atau sekitar 8000 kg per panen Dengan pangsa pasar yang juga sudah siap Kepal Desa dan seluruh aparatur desa dan BPD yakin, Desa Pararain akan semakin maju dan sejahtera. (nov/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya