Ibnu Jadikan Wisata Susur Sungai Berbasis Agrowisata

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tak henti-hentinya lakukan upaya serius guna menghidupkan pariwisata di kota seribu sungai ini. Hal itu terlihat dari terobosan Pemko bersama SKPD terkait menjadikan wisata susur di Banjarmasin berbasis agrowisata.

Kali ini Pemko Banjarmasin kembali melaksanakan wisata susur sungai, sekaligus mencoba rute susur sungai dengan jalur baru pada Sabtu (25/1/2020)). Bahkan Pemko menyiapkan 70 jukung bermesin untuk mencoba rute baru yang dilaksanakan di Sungai Andai dan sekitarnya. “Tadi kami masuk melalui Sungai Martapura, lanjut ke Sungai Gampa, kemudian keluar di Sungai Terantang,’’ ucap Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Jika satu jukung bermesin bisa diisi oleh minimal tiga orang, maksimal empat orang. Berarti ada sekitar 210 orang lebih yang mengikuti wisata susur sungai kemarin. Mereka semua perwakilan dari seluruh SKPD di lingkungan Pemko Banjarmasin.

Menurut orang nomor satu di Banjarmasin ini, kegiatan tersebut upaya Pemko untuk menghidupkan pariwisata yang sudah dikenal dengan Pasar Terapung, kemudian susur sungai. Dan kali, Pemko menemukan kembali sebuah pengalaman baru yang artinya berbeda dengan wisata susur sungai sebelumnya yang sudah ada.

“Menyusuri sungai-sungai kecil yang ada di Banjarmasin, kemudian berakhir di Sungai Biuku kawasan alami sebagai destinasi wisata baru berbasis sungai. Mengingat di Sungai Biuku ini kita masih bisa menikmati suasana yang masih asri,’’ terangnya.

Berita Lainnya

DPRD Kalsel Ikuti Bimtek

Dibalik Kabar Baik Ada Ancaman

1 dari 1.797
Loading...

Bekerjasama dengan masyarakat sekitar, Pemko sudah bisa menciptakan pariwisata baru di Banjarmasin. Yakni, wisata susur sungai paket agrowisata di Sungai Gampa, bahkan saat ini sudah bisa dinikmati oleh wisatawan. Sehingga perekonomian masyarakat sekitar meningkat. “Seperti saat ini, lagi musim rambutan. Wisatawan bisa dimanjakan dengan wisata susur sungai sekalian wisata kebun rambutan karena disekitar jalur banyak pohon rambutan yang sedang panen,’’ jelasnya.

Begitu juga jika musim panen buah lokal lainnya. Karena banyak buah lokal lainnya seperti ketapi, cempedak, langsat, manggis, rambai, dan lainnya. Tidak hanya dari buah-buahan. Ada juga kuliner khas daerah tersebut, salah satunya lempeng kelayung yang di masak tanpa minyak yang berarti non kolesterol, karena di kukus menggunakan daun pisang.

“Ayo ke Banjarmasin, ayo kita susur sungai di Banjarmasin. Mudah-mudahan Kota Seribu Sungai kita bisa menjadi salah satu destinasi berbasis sungai yang dikenal di seluruh Indonesia, bahkan internasional. Pasalnya saya kira bisa menjadi sebuah pengalaman yang bisa dikemas menjadi agrowisata yang banyak diminati oleh para wisatawan,’’ harapnya.

Sementara itu, Camat Banjarmasin Utara, Appiludin mengatakan, pariwisata baru yang berada di ujung Sungai Andai itu bisa terwujud, menurutnya, karena kepedulian Pemko Banjarmasin, terutama Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina yang ingin memajukan wilayahnya. “Awalnya terpencil, alhamdulillah kini malah dapat objek wisata alami,’’ imbuhnya.

Mengingat objek wisata bakal dikunjungi tidak hanya wisatawan dari Banjarmasin, maka menurut Appilludin, harus didukung dengan insfratruktur yang memadai juga. Contoh kecilnya saja menurut Camat penuh inovasi itu, adalah kamar mandi atau toilet.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Ir H Arifin Noor yang juga mengikuti jalur wisata susur sungai yang baru mengatakan, selalu siap membantu dari segi pembangunan maupun penataan. (vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya