Rencana Pembangunan Puskesmas Induk Lagi Lagi Tidak Dianggarkan

Banjarmasin, KP – Harapan warga Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjaramasin Utara agar di wilayah mereka dibangun Puskemas Induk tampaknya belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Masalahnya, selain soal terbatasnya ketersediaan anggaran Pemko Banjarmasin tampaknya kini lebih banyak memfokuskan untuk merampungkan pembangunan serta penyediaan prasarana Rumah Sakit Sultan Suriansyah.

Padahal, harapan segera dibangunnya Puskesmas Induk sudah sekian lama menjadi dambaan warga. Khususnya di sekitar kawasan di Kelurahan Sungai Andai yang kini berpenduduk puluhan ribu jiwa tersebut.

“Dalam APBD tahun anggaran 2020 ini rencana untuk membangunan Puskesmas Induk di Kelurahan Sungai Andai ternyata tidak dianggarkan,’’ ujar anggota DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim menyesalkan.

Kepada sejumlah wartawan, Selasa (21/1), Zainal Hakim sangat menyayangkan aspirasi masyarakat warga Sungai Andai ini belum bisa direalisasikan, apalagi dengan hanya alasan keterbatasan anggaran.

Mengingat, ungkapnya, usulan itu sudah lama disampaikan kepada Pemko Banjarmasin, termasuk dalam kesempatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat kelurahan setempat.

Menurutnya, meski di Kelurahan Sungai Andai sudah ada puskemas pembantu, namun fasilitas, sarana dan prasarana yang dimiliki dirasakan masih sangatlah terbatas. “Beda dengan jika ada puskemas induk dengan fasilitas, sarana dan prasarana cukup memadai,’’ ujar anggota dewan dari dapil Kecamantan Banjarmasin Utara ini.

Berita Lainnya
1 dari 1.783
Loading...

Lebih jauh dikemukakan, lahan untuk pembangunan Puskesmas Induk di Kelurahan Sungai Andai sebenarnya sudah tersedia yang dihibahkan oleh salah seorang pengembang perumahan kepada Pemko.

Bahkan, lanjutnya, Detail Engineering Design (DED) sudah selesai, sehingga tinggal menunggu kemauan Pemko Banjarmasin untuk memenuhi harapan warga tersebut.

Ditegaskan Zainal Hakim yang duduk di komisi III ini, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat secara merata merupakan urusan wajib sebagai salah satu pelayanan dasar yang harus dipenuhi baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Amanat itu tertuang dengan jelas dalam UU Nomor : 23 tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah,’’ ujar Zainal Hakim.

Ia mengatakan, selama ini warga cukup kesulitas untuk berobat karena belum adanya puskesmas induk. Sehingga jika warga sakit atau ingin memeriksakan kesehatannya terpaksa berobat ke Puskemas Induk terdekat yang berada di Kelurahan Sungai Jingah.

Lebih jauh Zainal Hakim mengatakan, sebagai daerah baru dari hasil pemekaran setelah dipisahkan dengan Kelurahan Jingah, Kelurahan Sungai Andai saat ini menuntut banyak pemenuhan sejumlah pembangunan insfrastuktur, termasuk fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan secara memadai.

Masalahnya, meski sebagai wilayah tergolog baru, namun perkembangan pemukiman di Kelurahan Sungai Andai sangatlah cepat dan warga yang tinggal di wilayah ini termasuk sangat padat.

“Padahal jumlah penduduknya kini tercatat mencapai 17 ribu jiwa, sehingga sudah saatnya Kelurahan Sungai Andai tersedia fasilitas, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang memadai seperti puskesmas induk,’’ ujar Zainal Hakim. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya