Dinsos Target Bedah 150 RS Rutilahu

Program bedah rumah merupakan bagian dari upaya Pemko Banjarmasin untuk menuntaskan kawasan kumuh dilima kecamatan kota ini yang hingga kini sebagian diantaranya belum tertangani

BANJARMASIN, KP – Pemko Banjarmasin terus berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di kota ini. Salah satunya melalui program bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu).

Kepada KP, Jumat (7/2/2020), Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto menjelaskan, dalam tahun anggaran 2020 ini Dinas Sosial mentargetkan akan memperbaiki sebanyak 150 orang Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS- Rutilahu) dengan alokasi anggaran yang sudah ditetapkan dalam APBD sebesar Rp3 miliar.

Masing-masing unit RS-Rutilahu yang dibedah atau diperbaiki mendapatkan bantuan Rp15 juta, ujar Iwan Ristianto.

Dijelaskan, persyaratan bagi warga miskin penerima

Berita Lainnya

Metode pembelajaran Inovatif Kunci ABK

Guru dan Penulis Tanbu Apresiasi e-book iKalsel

1 dari 1.761
Loading...

program bantuan itu tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu rumah yang direhab berada di lahan milik sendiri dan tidak di kawasan dilarang seperti di atas sungai atau di jalur hijau.

Ia juga memaparkan, program bedah rumah merupakan bagian dari upaya Pemko Banjarmasin untuk menuntaskan kawasan kumuh dilima kecamatan kota ini yang hingga kini sebagian diantaranya belum tertangani

Diakuinya, program bedah rumah Dinas Sosial Kota Banjarmasin sempat terhenti pada 2017, ketika itu program serupa dilaksanakan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan sumber dana bantuan pemerintah pusat.

Menyikapi kelanjutan program tersebut, anggota komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, DR HC) Yunan Chandra SE MM mengatakan, untuk mengentaskan kawasan kumuh di Banjarmasin program bedah rumah harus tetap dilanjutkan. Meski, ujarnya, pemerintah pusat setiap tahunnya juga memberikan bantuan untuk program tersebut.

Anggota komisi diantaranya membidangi kesra dari Partai Nasdem itu berharap, agar program rehabilitasi sosial rumaha tidak layak huni dalam pelaksanaannya di lapangan harus benar-benar tepat sasaran.

Ditandaskannya, dengan dilaksanakannya program bedah rumah merupakan bukti nyata bahwa pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam kerangkan meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya