inas Perdagangan Gelar Rakor Bawang Putih

Banjarmasin, KP – Dinas Perdagangan Kalsel bergerak cepat ditengah harga kebutuhan pokok dapur salah satunya bawang putih yang melambung hingga Rp60 ribu per kilo dengan harga normalnya hanya Rp30 ribu, dengan menggelar rakor awal tahun dikantornya.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H Birhasani ketika dikonfirmasi wartawan Senin membenarkan jika pihaknya menggelar Rakor ketersedian pasokan distribusi dan harga bahan pokok awal tahun 2020 ini termasuk membahas kondisi bawang putih saat ini.

Dikatakan, pihak yang diundang antara lain instnasi terkait Bulog, PPI, para pelaku usaha Distributor, para pedagang besar dan Ritel Modren yang ada dikota ini.

Tujuan rapat tersebut menurut Birhasani, ingin mendengarkan laporan terkait stok hingga apakah masih ada pasokan datang keperusahaan juga terkait kondisi terakhir suplay serta harga ketika membeli ke importir dan harga yang dilepas dilapangan.

“ Kami juga juga mengundang Reskrimsus Satgas Pangan Polda Kalsel kalau ada dari mereka yang mengambil kesempatan dengan kondisi bawang putih saat ini terkait stok mereka bisa melakukan penindakan tegas kepada mereka yang nakal,” sebutnya.

Berita Lainnya
1 dari 449
Loading...

Kemudian terkait impor bawang putih itu wewenang pihak Pemerintah Pusat dan Kementrian Perdangangan RI bisa melakukan impor jika ada rekomendasi pihak Kementrian Pertanian.

Informasi stok para impotir besar dari Surabaya, Jakarta dan importir besar lainnya stok bawang putih cukup hingga 3 bulan kedepan, namun hingga saat ini stoknya menipis pasokan berkurang, harga beli juga mahal, bahkan pihak Bulog Divre Kalsel sudah mengajukan permintaan kepada Bulog pusat, ungkap Bir sapaan akrabnya.

Disebutkan, keterangan dari pihak Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, segera akan dikeluarkan impor bawang putih selanjut Kemendag akan keluarkan RIPH dan ijin impor semoga dalam waktu tidak lama bisa teratasi.

Para penjual bawang eceran di Pasar Lima dan Pasar Lama Senin sepakat menjelaskan jika harga bawang putih mengalami kenaikan dalam seminggu ini harga bawang putih eceran Pasar Lima dijual Rp55 ribu perkilonya padahal sebelumnya hanya Rp30 ribu.

“Padahal bawang putih ini masuk banua pasokan terbesar asal Tiongkok yang masuk Indonesia saat ini,” jelas Hj ifah salah satu distributor bawang merah dan putih dikawasan Pasar Lima.

Romsi penjual soto dikawasan Brigjen Hasan Basri mengatakan ia sangat terganggu dengan naiknya harga bawang merah dan bawang putih saat ini karena kedua bumbu ini kebutuhan mutlak bumbu masak dikurangi menunya takut mengubah rasa pelanggannya. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya