Kades Lok Batu Mengaku Salah Minta Dihukum Seadil-adilnya

Banjarmasin, KP – Tim penasihat hukum terdakwa Ruspandi, yang dikomandoi Rudi Natalisman meminta kepada majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, untuk memberikan hukuman yang seadil adil.

Pasalnya, menurut Rudi, terdakwa sudah mengakui perbuatannya dan tidak akan mengulang lagi.

Nota pembelaan tersebut di sampaikan penasihat hukum terdakwa, pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Kamis (6/2/2020), selain adaanya pengakuan terdakwa tersebut, menurut Rudi adanya instansi terkait, yang tidak melakukan pengawasan berupa verifikasi program yang di jalan.

“Bila verifikasi ini berjalan baik, maka tidak mungkin pencairan dana bisa dilakukan, bila programnya tidak dijalankan,’’ ujar Rudi bersama rekannya Murjani.

Berita Lainnya

Dua Bedakan Hangus Terbakar

1 dari 863
Loading...

Usai pembacaan nota pembelaan JPU Aditya Wijayanto dari Kejaksaan Negeri Balangan, langsung menyampaikan replik secara lisan yang tetap pada tuntutan dan Rudi dan kawan kawan juga tetap pada pembelaannya.

Seperti diketahui terdakwa mantan Kepala Desa Lok Batu Kecamatan Batu Mandi Kab. Balangan Ruspandi, oleh JPU Aditya Wijayanto, dituntut lima tahun dan enam bulan penjara.

Terdakwa yag sempat buron dalam penyidikan ini, juga di denda sebesar Rp.200 juta subsidair enam bulan kurungan.
JPU berkeyakinan kalau terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 2 pasal 18 UURI No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah pada UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi, seperti dakwaan primairnya.

Selain pidana denda terdakwa diwajibkan membayar uang pengganti seperti pada kerugian negara sebesar Rp284.500.000,

“Enam proyek infrastruktur tersebut kesemuanya fiktif, sementara dana dicairkan terdakwa untuk kepentingan pribadi,’’ ujar JPU dalam dakwaannya. (hid/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya