Kebutuhan DOC di Kalsel Diperkirakan 7,5 juta Ekor per Bulan

Triwulan ke-4 yaitu harga penjualan di tingkat produsen berkisar antara Rp21.103 sampai dengan Rp25.696, setelah sebelumnya sempat berada di harga Rp18–Rp19 ribu.

BANJARMASIN, KP – Pada tahun lalu pengusaha unggas sempat dibuat repot dengan turunnya harga ayam potong di tingkat produksi atau harga pokok produksi (HPP). Pada tahun ini hal tersebut harus diantisifasi oleh pemerintah dan pengusaha unggas.

Produksi day of chiken (DOC) yang diedarkan di Kalsel pada tahun 2019 sebanyak 79,5 juta ekor. Dengan rata-rata produksi 6,5 juta ekor per bulan.

Pada triwulan ke-4 yaitu dari bulan Oktober sampai dengan Desember harga penjualan di tingkat produsen berkisar antara Rp21.103 sampai dengan Rp25.696, setelah sebelumnya sempat berada di harga Rp18–Rp19 ribu.

Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disbunak) Kalsel, memproyeksikan kebutuhan DOC tahun 2020 sebesar 7,5 juta ekor per bulan.

Berita Lainnya
1 dari 458
Loading...

“Kami terus melakukan terobosan untuk mengembangkan pemasaran ayam broiler, sehingga dapat lebih meningkatkan kesejahteraan peternak, khususnya peternak ayam broiler,” jelas Kepala Disbunak Kalsel, Suparmi, baru-baru tadi, usai pertemuan dengan Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU).

Dikatakan Suparmi, antara pihak pemerintah dan pengusaha unggas harus terjalin sinergitas. Ia mengimbau para pengusaha untuk terus melaporkan progres kegiatan kepada pihaknya, baik terkait perkembangan kondisi unggas maupun kegiatan CSR.

Menurutnya, hal itu diperlukan untuk bersama-sama menjaga kestabilan ayam broiler di Kalsel, serta untuk menjamin pendistribusian telurnya agar tepat sasaran dan tidak mengganggu pasar telur komersil.

“Masih banyak lokasi-lokasi yang belum mampu untuk menjadi pelanggan telur komersil. Itulah yang kita sentuh. Selain tidak mengganggu pasar komersil, kita juga membantu mereka yang sama sekali kurang bantuan,” bebernya.

Suparmi menargetkan penjualan telur unggas bisa menembus pasar modern yang tersedia, serta mampu mengekspor produk. “Saya tidak mau Kalsel hanya menjadi penonton saja, apalagi banyaknya peluang pasar di sini. Hal ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan peternak kita,” imbuhnya. (mns/K-11)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya