Pengelolaan Makam Sultan Suriansyah Diusulkan Diserahkan ke Pemko

Dari hasil kunjungan, kerusakan sejumlah bangunan dan fasilitas lainnya pada Makam Sultan Suriansyah perlu mendapat perhatian serius Pemko Banjarmasin.

BANJARMASIN, KP – sebagai salah satu warisan cagar budaya sekaligus salah satu situs beridirinya Kerajaan Banjar di Kalimantan selatan, Makam Pangeran Sultan Suriansyah yang berlokasi di kawasan Kuin Utara, Kota Banjarmasin diakui kondisinya cukup memprihatinkan dan menuntut segera untuk dilakukan renovasi.

Menyikapi aspirasi disampaikan ahli waris Makam Kerajaan Banjar pertama didampingi sejumlah tokoh masyarakat Kuin Utara, Kamis (6/2/2020) lalu, Komisi II DPRD Kota Banjarmasin melakukan peninjauan langsung ke makam yang berada di tepian Sungai Kuin tersebut, Jumat (21/2/2020) pagi.

Dari hasil kunjungan didampingi Dinas Pariwisata itu, Komisi II DPRD Kota Banjarmasin mengakui, kerusakan sejumlah bangunan dan fasilitas lainnya pada Makam Sultan Suriansyah perlu mendapat perhatian serius Pemko Banjarmasin.

“Memang ada kerusakan bangunan. Namun persoalanya sekarang Pemko Banjarmasin tidak bisa merenovasi secara keseluruhan komplek Makam Sultan Suriansyah karena belum ada penyerahan aset dari ahli waris yang saat ini menjadi pengelola makam,’’ kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Bambang Yanto kepada wartawan.

Dijelaskan Bambang, dalam hal ini Komisi II DPRD Kota Banjarmasin hanya bisa memediasi antara Pemko Banjarmasin dan Pengelola Makam. Disebutkannya, pengelola makam yang diserahkan kepada ahli waris itu dibentuk era Walikota Banjarmasin dijabat H Muhidin.

Menurutnya, ada beberapa klausul yang bisa ditawarkan ke pihak Pemko Banjarmasin. Seperti pembebasan lahan untuk menambah area parkir dan pembangunan sarana serta prasarana pendukung lainnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.791
Loading...

“Saat ini area parkir pada Makam Sultan Suriansyah memang lahannya tidak begitu luas,’’ ujar Bambang Yanto.

Klausul lainnya, lanjut Bambang, ditawarkan ahli waris menyerahkan sepenuhnya pengelolaan Makam Sultan Suriansyah kepada Pemko Banjarmasin, agar kedepan bisa dilakukan renovasi dan diharapkan bisa terpelihara dan dikelola dengan baik.

Menurut Bambang Yanto, saat ini Pemko Banjarmasin punya keterbatasan untuk mengelola Makam Sultan Suriansyah lantaran bukan aset Pemko,’’ tandasnya.

Sebelumnya sebagaimana diberitakan, sejumlah ahli waris dan perwakilan masyarakat Kuin Utara dalam aspirasinya meminta agar Pemko Banjarmasin memperbaiki kerusakan Makam Sultan Suriansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Banjarmasin Ehsan Elhaque yang hadir dalam pertemuan berlangsung di ruang Komisi II DPRD Kota Banjarmasin itu menjelaskan, Pemko Banjarmasin tidak bisa sepenuhnya melakukan perbaikan dengan alasan bukan menjadi tanggung jawab Pemko Banjarmasin dalam melakukan pemeliharaan.

Secara aturan, lanjut Ehsan, ada keterbatasan dalam mengeluarkan anggaran seperti rehabilitasi bangunan makam yang saat ini perlu mendapat perbaikan. “Kami bukannya tidak mau melakukan perbaikan, hanya saja secara aturan tidak bisa dilakukan mengingat bukan aset milik Pemko Banjarmasin,’’ ujarnya.

Sekedar menjadi catatan Sultan Suriansyah ini memerintah antara 1500-1540 M. Nama asli beliau adalah Pangeran Jaya Sutera atau Jaya Samudera. Kompleks Makam Raja Banjar pertama ini terletak berada di tepi Sungai Kuin yang berdekatan juga dengan Masjid Sultan Suriansyah.

Di sebelah kanan Kompleks Makam Sultan Suriansyah terdapat museum berukuran sekitar 5 X 5 meter persegi yang berisi benda-benda peninggalan sejarah. Kondisi fisik bangunan museum ini sangat sederhana dan terlihat kurang terawat. Hal ini bisa kita lihat dari kondisi benda-benda yang ada di dalamnya yang terlihat kotor. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya