Sopir Taksi Beli Hp Pakai Uang Palsu

Banjarmasin, KP – Seorang sopir terpaksa berururan dengan petugas Polsekta Banjarmasin Timur.

Hal ini dikarenakan Jainal Hakim alias Amat (40), warga Jalan

Suandi Sumarta Rt 10 No. 89, Kebun Sari Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) diduga nekat megedarkan uang palsu.

Dari tangan pelaku Amat, petugas yang dibawah kendali Kanit Reskrim Iptu H Timur Yono berhasil menyita 23 lembar uang pecahan Rp100 ribu, dduga palsu, 2 kotek atau pewarna kuku, 1 gunting, 1 bungkus Cotton Buds, 1buah handphone merek oppo A9 lengkap dengan dengan kotaknya

Tertangkapnya pelaku Amat, Selasa (28/01/2020) lalu oleh petugas, berawal dari laporan korban Muhammad Zulfikri ke petugas yang saat itu sedang melakukan patroli rutin.

Dimana, korban warga Komplek Cinta Mulia Blok 2B Rt. 19 Semangat Dalam Alalak Kabupten Batola melaporkan bahwa menjual Hanphone dibayar pelaku dengan uang diduga palsu.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas pun langsung bergerak dan berhasil mengamankan pelaku.

Berita Lainnya
1 dari 853
Loading...

“saat itu patroli gabungan piket fungsi dan buser Polsek Banjarmasin Timur melintas di kawasan Jalan Pramuka, korban langsung memberhentikan mobil patroli dan melaporkan kejadian yang dialaminya,” jelas Kapolsekta Banjarmasin Timur Kompol HM Uskiansyah melalui Kanit Reskrim Iptu Timuryono kepada awak media.

Dikatakan Kanit, tak butuh waktu lama, sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan korban, petugas langsung mengamankan pelaku.

“Setelah berhasil mengamankan pelaku, anggota langsung melakukan pengembangan guna mencari barang bukti lainnya di kamar hotel tempatnya menginap,” ujarnya.

Dari dalam kamar hotel Andika Nomor 202 kembali menemukan barang bukti 3 lembar pecahan uang Rp100 ribu diduga palsu.

“Sedangkan Handphone yang dibeli menggunakan diduga uang palsu tersebut berhasil ditemukan di bawah meja salah satu warung di kawasan terminal Pal 6 Banjarmasin,” tambah Timur.

Terkait dugaan mengedarkan uang palsu tersebut, pelaku Amat jika terbukti bersalah akan dijerat dengan pasal 36 ayat 3 UU RI No 7 tahun 2011 tentang mata uang.

“Saat ini kita masih terus dalami terkait uang palsu yang disita dari tangan pelaku Amat,” tandasnya. (yul/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya