Dewan Janji Perjuangkan Renovasi Makam Sultan Suriansyah

Terkait perbaikan makam yang sudah berusia ratusan tahun itu, komisi II mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat, ahli waris Makam Sultan Suriansyah, pemerhati cagar budaya dan Dinas Pariwisata, Kamis (5/3/20).

BANJARMASIN, KP – DPRD Kota Banjarmasin menjanjikan untuk memperjuangkan perbaikan terhadap Makam Pangeran Sultan Suriansyah di kawasan Jalan Kuin Utara yang saat dalam kondisi bangunannya mengalami kerusakan.

“Sebagai salah satu warisan cagar budaya sekaligus salah satu situs berdirinya Kerajaan Banjar di Kalimantan selatan, Makam Pangeran Sultan Suriansyah diakui kondisinya cukup memprihatinkan dan menuntut segera untuk dilakukan renovasi atau perbaikan,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, HM Faisal Hariyadi kepada {{KP}}, Jumat (6/3/20).

Ia mengemukakan terkait perbaikan makam yang sudah berusia ratusan tahun itu, komisi II mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat, ahli waris Makam Sultan Suriansyah, pemerhati cagar budaya dan Dinas Pariwisata, pada Kamis (5/3/20).

Dalam pertemuan lanjutan itu, Faisal Hariyadi menandaskan, diakui memang harus ada solusi dan perhatian khusus dari pihak Pemko Banjarmasin untuk melakukan perbaikan kondisi bangunan Makam Sultan Suriansyah.

Menyinggung soal penyediaan anggaran ketua komisi dari F-PAN ini mengemukakan, nantinya jika dinilai sangat mendesak akan dibicarakan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD saat membahas pada APBD Perubahan tahun anggaran 2020 atau pada pembahasan APBD murni tahun 2021 nanti.

Meski demikian, ia menjelaskan, terkait penyediaan anggaran untuk perbaikan Makam Sultan Suriansyah pihak dewan akan mengkaji terlebih dahulu agar tidak bertentangan dengan regulasi atau aturan berlaku.

Berita Lainnya
1 dari 1.771
Loading...

Persoalannya, katanya melanjutkan, karena Makam Pangeran Sultan Suriansyah dikelola oleh ahli waris melalui sebuah yayasan dan hingga kini belum diserahkan pengelolaannya kepada pihak Pemko Banjarmasin.

Dijelaskannya, guna melindungi dan melestarikan cagar budaya, Pemko Banjarmasin telah menerbitkan Perda Nomor : 21 tahun 2009 tentang Benda Cagar Budaya. Dalam Perda ini disebutkan, setiap orang yang memiliki atau menguasai benda cagar budaya wajib memelihara kelestariannya.

“Terhadap benda cagar budaya yang tidak dikuasai oleh orang perorang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Banjarmasin dalam pemeliharaan dan pelestariannya,’’ katanya, seraya menambahkan selain Perda Cagar Budaya Kota Banjarmasin juga sudah memiliki Perda Nomor : 19 tahun 2014 tentang Pelestarian Seni dan Budaya Daerah.

Menurutnya, selain terkait Perda, terkait penjabaran Undang–Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, komisi II berencana berkonsultasi dengan kementerian terkait untuk meminta masukan soal dalam mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat.

Politikus senior yang sudah empat periode menjadi anggota DPRD Kota Banjarmasin mengungkapkan, hingga saat ini pengelolaan Makam Pangeran Sultan Suriansyah pihak Pemko hanya memberikan bantuan insentif.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Banjarmasin Joko Pitoyo mengatakan, wacana rehab Makam Sultan Suriansyah akan dikonsultasikan ke Balai Cagar Budaya di Samarinda.

Mengingat, renovasi situs cagar budaya tidak mudah. Selain pembuatan DED-nya harus melibatkan tenaga ahli juga harus ada persetujuan balai cagar budaya. “Makanya kita konsultasi dulu. Dari hasil itu selanjutnya baru akan kita coba anggarkan pada APBD 2021. Kalau diusulkan dalam APBD Perubahan tahun 2020 masih belum memungkinkan,’’ katanya.

Joko mengungkapkan, pihaknya mengusulkan 10 situs cagar budaya di Banjarmasin diperbaiki, termasuk Makam dan Masjid Sultan Suriansyah. “Selain sebagai bentuk melestarikan sejarah, itu tujuannya juga untuk menambah destinasi wisata,’’ katanya. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya