Ritual Cuci Kaki Orang Tua Terus Dipertahankan

Banjarmasin, KP – Sebanyak 401 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Banjarmasin yang akan melaksanakan ujian bersimpuh sujud di depan ibunya yang duduk berbaris di ayunan. Para siswa itu memegang wadah tempat air yang lengkap dengan bunga dan secara bersamaan para siswa membasuh dan mencium kaki ibu mereka masing-masing.

Prosesi Bhakti Sujud itu berlangsung, Jumat (13/3/20), dan ritual tersebut dilakukan siswa SMAN 2 (SMADA) sebagai bentuk meminta doa dalam menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung 31 Maret hingga 2 April 2020,’’ jelas M Ridho Hifni kelas XXII IIs 2.

Suasana prosesi berlangsung penuh haru satu per satu siswa sungkeman memeluk ibu mereka dengan meneteskan air mata.

“ Kami meminta doa kepada orang tua supaya mendapatkan nilai yang terbaik dan bisa menyelesaikan ujian sekolah dan ujian nasional nanti karena doa mereka sangat mustajab,’’ ujar M Edo sapaan akrabnya.

Kepala SMAN 2 Banjarmasin, Mukeniansyah mengatakan, ritual ini dipercaya memberi dukungan moral dan wujud meminta doa restu orang tua dan ini rutin dilaksanakan selain shalat hajat bersama.

Sebelum prosesi ritual itu, para siswa dan jajaran guru setempat melaksanakan shalat hajat dan ceramah agama.

Berita Lainnya
1 dari 1.802
Loading...

Kegiatan ini diharapkan lebih menguatkan mental anak-anak dan doa ibu itu sangat diperlukan untuk kesuksesan anaknya, termasuk dalam menempuh pendidikan, jelasnya.

Tahun ini, diterangkannya, sebanyak 401 siswa dan siswi SMADA yang akan mengikuti UAS dan UNBK dari semua siswa diharapkan semua lulus sebagai mana hasil UN tahun yang lalu.

Keoptimisan tersebut sesuai dengan persiapan UAS dan UNBK yang dilakukan SMADA.

“Jika hasil bagus karena doa kedua orang tua, siswa akan lebih mudah mengambil universitas sesuai keinginan mereka,’’ ucapnya.

Sementara Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Kalsel, H Madun menerangkan, tradisi sujud bakti kepada orang tua yang dilakukan SMADA Banjarmasin sangat baik supaya anak menghormati kedua orang tua. Terlebih untuk membangun karakter positif siswa itu sendiri.

“ Kita harapkan tahun depan sekolah lain bisa mencontoh tradisi baik ini juga menyusul persiapan UAS dan UN Kalsel yang sebentar lagi mereka laksanakan,’’ ucapnya. (hif/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya