SiPLN Kembali Gelar Uji Kompetensi Bagi Tenaga Tehnis

Banjarmasin, KP  – PT Sertifikasi Instalasi Pelanggan Listrik Nusantara melaksanakan kegiatan berbasis kompetensi bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah serta pemeriksaan dan pengujian selama 3 hari digeduang SMKN 5 Banjarmasin Jalan Sutoyo S,

Komisari Utama PT Sertifikasi Instalasi Pelanggan Listrik Nusantara atau biasa disebut SiPLN, Sarwono kepada wartawan menjelaskan, Jumat (13/3), SiPLN ini sudah diakreditasi sebagai lembagai tehnik tegangan rendah untuk melaksanakan layanan sertifikasi layak operasi di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk itu para tenaganya sudah harus dipersiapkan tenaga-tenaga tehnik yang berkompetensi sesuai amanat UU Nomor 30 Tahun 2009 terkait ketenagalistrikan juga peraturan pemerintah Nmor 14 hingga peraturan Kementerian ESDM Nomor 38 Tahun 2018.

Namun tenaga tehnik yang berkopentesi juga belum cukup untuk melakukan pemeriksaan khususnya uji PLN sebelum mereka diberi pembekalan dilapangan oleh Regional Kalimantan dan Sulawesi Selatan.

Dikatakan, uji kompentensi PLN yang digelar merupakan ke 13 di Indonesia dan sudah memiliki sekitar 250 tenaga tehnik berkompetensi ini ditambah Kalsel lagi pagi ini dan ini tentu belum cukup tenaganya dan menargetkan SiPLN kedepan sekitar 900 tenaga tehnik untuk melayani diseluruh Indonesia.

Berita Lainnya
1 dari 461
Loading...

Karena PLN persero sendiri sudah mengembangkan organisasi hingga ke unit layanan pelanggan atau ULP sebanyak 850 ULP.

“ Jadi mereka-mereka ini melayani untuk pemasangan baru juga tambah daya dan material instalasi yang terpasang sudah harus SLI untuk melindungi masyarakat bahwa ditempat mereka sudah aman dan sesuai standart pemerintah,” jelasnya.

Ditambahkan Muhammad Rizani General Manager PT SiPLN Wilayah Kalsel, kegiatan ini kita menggelar uji kompetensi menjadi tenaga tehnik diperusahaan, digelar mulai tanggal 13 hingga 15 Maret 2020 yang ke tiga kalinya.

Dengan para penguji atau acessor dari PT Lisan Nusantara I Surabaya peserta ada sekitar 20 orang Kalsel ada 16 dan kaltim 4 orang/

“ mereka-mereka yang tidak memiliki sertifikasi tidak berkopenten dibidangnya, karena kita yang layak memberikan rekomendasi dengan PLN agar rumah ini bisa diberi sambungan baru atau strum PLN baik itu rumah atau pabrik tegangan rendah,” tegasnya. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya