Usulan Proyek Strategis Kalsel Direspon Positif Bappenas

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), dibawah kepemimpinan Gubernur H Sahbirin Noor dan Wakil Gubernur H Rudy Resnawan, terus memantapkan program pembangunan strategis.

Ada beberapa proyek pembangunan yang diusulkan Kalsel kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) untuk memperkuat ketahanan ekonomi.

“Yang kita usulkan adalah peningkatan jalan bebas hambatan Banjarbaru -Batulicin, Jembatan Pulau Laut-Pulau Kalimantan, Jalan Lintas Barat dan Jalan Penguhubung Batulicin ke Ibu Kota Negara,” terang Wakil Gubernur H Rudy Resnawan usai mengikuti Rapat Koordinasi Kementerian PPN/Bappenas dengan para Gubernur se Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3) malam.

Disampaikan Wagub, usulan tersebut merupakan program pendukung dari proyek prioritas strategis yang sudah tertuang dalam RPJMN 2020-2024 (Perpres No 18 Tahun 2020).

Proyek yang sudah tertuang tersebut adalah kawasan industri Batulicin dan Jorong, Pengembangan Wilayah Metropolitan Banjarbakula dan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan (2.219 Km).

Jalan bebas hambatan Banjarbaru Batulicin dengan nilai invetasi Rp 7 triliun untuk menghubungkan proyek prioritas strategis Banjarbakula dengan Kawasan Industri Batulicin dan KEK Mekar Putih.

Sedangkan jembatan Pulau Laut Pulau Kalimantan dengan invetasi Rp3,6 triliun akan menghubungkan proyek prioritas strategis kawasan industri dengan KEK Mekar Putih.

Berita Lainnya
1 dari 1.121
Loading...

Sementara itu jalan lintas barat menghubungkan proyek prioritas strategis Banjarbakula ke Ibu Kota Negara, melalui kawasan rawa batang banyu sebagai lumbung pangan nasional dengan nilai invetasi Rp1,5 Triliun.

Wagub optimis usulan tersebut dapat direstui Bappenas karena proyek yang diusulkan sudah memilki jalan dasar tinggal ditingkatkan lagi kualitasnya.

“Kita optimis usulan tersebut dapat disetujui karena Kalsel sudah memiliki jalan dasarnya seperti Peningkatan Jalan Penghubung Banjarbaru – Batulicin dan Jalan Lintas Barat tinggal ditingkatkan saja lagi, untuk Jembatan Pulau Laut sudah masuk RPJMN,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menyambut baik atas usulan Pemprov Kalsel. Dirinya akan mengkaji usulan tersebut.

Suharso Monoarfa mengatakan, tema pembangunan RKP 2021 yaitu meningkatkan industri, pariwisata dan investasi di berbagai wilayah didukung oleh SDM dan infrastruktur untuk pertumbuhan berkualitas.

“Rangkaian penyusunan RKP 2021 ini, kami akan memperkuat sinergi Pusat-Daerah melalui Rakor Gubernur dan koordinasi pusat dan dunia usaha.

Pendanaan Major Projects yang cukup besar tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh pihak.

Oleh karena itu, kami juga mengharapkan dukungan dan kontrbusi BUMN dan Swasta dalam mendorong investasi,” ujar Menteri Suharso. (adv/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya