Barut Miliki Empat Sentra Produksi Pertanian

Muara Teweh, KP – Kabupaten Barito Utara (Barut) memiliki empat sentra produksi pertanian yang tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Montallat, Gunung Timang, Teweh Timur dan Kecamatan Teweh Tengah.

“Keempat sentra produksi pertanian ini mengalami peningkatan, karena padi ladang tidak terdampak banjir dan rata-rata sudah memasuki masa panen,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barut Ir Setia Budi, Rabu (15/4) di Muara Teweh.

Dijelaskannya, peningkatan produktivitas secara umum yang semula hasil ubinan di 2019 padi ladang itu hanya mencapai 1,8 sampai 2,2 ton per hektar. Untuk produksi per hektarnya pada ladang ini bisa mencapai 3,2 ton per hektar.

Hal tersebut kemungkinan berkaitan dengan cuaca pada saat padi itu membutuhkan air hujan pun datang dan serangan hama untuk tahun ini relatif kurang hanya yang kuat serangan hama pada tanaman komoditi jagung.

Menurutnya, untuk tanaman jagung, diserang ulat Grayak. Serangan ulat Grayak ini juga mempengaruhi produksi jagung walaupun ada varitas-varitas yang tahan terhadap hama seperti Pertiwi dan Asia.

Berita Lainnya

KPU Barut Umumkan DPS Pilkada 2020

1 dari 128
Loading...

Untuk program tahun 2020 kita sudah mendapat subsidi benih dan sudah di distribusikan ke kelompok-kelompok tani yang sudah ada. Saat ini sudah masuk sekitar 81 ton benih dengan varitas di G H 1 kemudian Asia dan Pertiwi. Meskipun ada beberapa kelompok tani yang kurang menerima benih untuk jenis Asia.

“Alhamdulillah setelah kita sosialisasikan dan pendekatan bahwa sebenarnya komunitas dua jagung itu memang ada isu yang berkembang kurang bagus, tetapi ada juga petani yang mengatakan semua berpulang kepada pemeliharaan, perlakuan terhadap tanaman itu sendiri,” ungkapnya.

Namun demikian akhirnya beberapa kelompok tani yang semula kurang merespon akhirnya mereka menerima benih jangung tersebut, karena sudah terlanjur di distribusikan ke kelompok-kelompok tani.

Prediksi Dinas Pertanian untuk bahan pangan atau bahan pokok padi terutama padi untuk Barito Utara relatif aman terutama dipedesaan di sentra-sentra produksi paling tidak untuk 6 (enam) bulan ke depan, meskipun mungkin masih mendapat suplai dari luar.

Tetapi prediksi kami untuk produksi padi gunung dengan luasan sekitar 11.000 hektar padi gunung di tambah padi sawah jadi luas panen kita menurut informasi dari sensus Mantri Tani yang ada di lapangan dari 9 Kecamatan itu ada seluas sekitar 13.380 hektar untuk luas panen.

“Ini cukup menggembirakan karena kondisi padi rata-rata cukup bagus terutama di daerah Kecamatan Gunung Timang untuk padi ladang,” pungkasnya. (asa/K-10)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya