Gajih Guru Honor  Sekolah Swasta Terancam Terputus, Akibat Dampak Covid-19

Banjarmasin, KP – Mewabahnya pandemi  virus corona (Covid-19) berdampak begitu luas, baik ekonomi, sosial dan berbagai aspek lainnya, tak terkecuali bidang pendidikan. Kebijakan pemerintah yang telah dikeluarkan  mengatasi situasi darurat sekarang ini juga menyebabkan banyak sekolah swasta yang menghadapi dilema.

Pasalnya, menyusul diliburkannya seluruh sekolah dalam upaya  mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona, nasib guru honor sekolah swasta   juga kena imbasnya  karena  terancam tidak menerima gajih .  Sebab selama sekolah diliburkan guru  honor mereka   tidak bisa mengajar kepada peserta didik.

“Semetara dengan kebijakan pemerintah  menghimbau masyarakat agar  tinggal di rumah tentunya juga akan berdampak pada penghasilan orang tua peserta didik juga berkurang, ” kata Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Makmur Harmonis Sentosa Kota Banjarmasin, Yunan Chandra, kepada {KP} Selasa (14/4/2020).

Dijelaskannya, selama sekolah diliburkan dan  guru honor  tidak mengajar , maka   uang honor atau jasa mereka tidak dibayar. Beda dengan guru  tetap  yang  gajih mereka tetap dibayar, meski sekolah diliburkan.   

Menurut Yunan Chandra, di sekolah swasta  gaji guru baik tetap maupun honor  sangat bergantung pada pembayaran SPP dari orang tua peserta didik, tidak seperti guru PNS atau guru honor di sekolah negeri yang gajihnya ditanggung pemerintah.

Yunan Chandra yang juga angota komisi IV DPRD Kota Banjarmasin dari Partai Nasdem ini mengatakan, untuk guru di sekolah swasta berskala besar dan sudah memiliki ketersediaan dana cukup besar dalam menghadapi situasi ini mungkin tidak masalah. Namun , untuk sebagian sekolah swasta lainnya kemampuan dananya sangat minim .

Berita Lainnya
1 dari 2.576

“ Sementara saat sekolah diliburkan,  pembayaran SPP dari orang tua peserta didik terancam tidak bisa dibayarkan atau minimal mengalami penundaan,” kata Yunan Chandra, seraya menjelaskan Yayasan Makmur Sentosa mengelola sekolah dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP.

“ Dari seluruh jenjang  pendidikan dikelola itu,  kami dari pihak yayasan harus menyiapkan membayar gaji guru baik honor maupun  tetap sekitar  Rp  170 juta lebih setiap bulannya,” tambahnya.

Lebih jauh ia  mengakui,  untuk membayar gajih guru bulan Maret lalu yayasan   lembaga pendidikan dipimpinnya masih  bisa membayarkan gaji guru. Namun ia juga menyatakan kekhawatirannya, jika diliburkannya sekolah  terus diperpajang,   dipastikan akan berdampak terhadap pembayaran gajih guru.

Masalahnya menurut Yunan Chandra melanjutkan,  guna mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus corona yang  hingga kini masih belum bisa teratasi, pemerintah sudah menetapkan proses belajar mengajar di sekolah hingga awal Juni tahun ini.

“ Nah untuk  tetap bisa membayar gajih para guru tentunya bukan hal yang mudah bagi  yang menyelenggakan  pendidikan berstatus sekolah swasta,”  katanya dengan nada prihatin, seraya berharap agar masalah ini turut menjadi perhatian pemerintah selama pandemi virus corona.

Dikemukakan,  kata Yunan Chandra  terancam tidak dibayarnya gajih guru honor ini kemukinan bukan hanya  di Banjarmasin atau kabupaten/kota di Kalsel, tapi  sekolah swasta  di sejumlah darah lain di Indonesia. (nid/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya