Pemkab Tala Siap Rampungkan Pengelolaan PLTBg

Pelaihari, KP – Bupati Tanah Laut H. Sukamta, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Tala H. Dahnial Kifli serta PLt Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Baratala Agus Sektyaji, mengikuti Video Conference (Vidcon) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PT. Citra Putra Kebun Asri bertempat di Ruang Rapat Barakat Lantai II, Jumat (24/4/2020) siang.

Rapat koordinasi ini guna membahas kesiapan Pemerintah Kabupaten dalam pengoperasian, pengendalian dan Pengamanan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) yang berada di Kecamatan Jorong, PLTBg ini hasil Hibah dari pemerintah Pusat yang awalnya diserahkan kepada PT. CPKA dan dihibahkan kembali ke Pemkab Tala.

Restarting (uji coba ulang) pengelolaan PLTBg yang bahannya bersumber dari limbah cair/POME (Palm Oil Mill Effluent) dari PMKS (Pabrik Minyak Kelapa Sawit) itu membuktikan komitmen Pemkab Tala peduli dengan lingkungan.

Lebih lanjut Pemkab melalui Perusda Baratala yang akan mengelola PLTBg bekerja sama dengan PT. CPKA sebagai operator.

Berita Lainnya

Paman Birin Berikan Apresiasi ke Politala

1 dari 226
Loading...

Sukamta mengatakan untuk restarting PLTBg ini sudah berjalan dari tahun 2019 lalu, diantaranya dengan menyervis alat pompa, membersihkan penampungan gas, serta pemeliharaan alat penampungan limbah untuk menghasilkan gas, hanya saja masih ada 1 komponen yang kurang yaitu Kubikal dengan fungsi alat bantu suplai listrik dari penampungan ke PT. PLN.

“Restarting ini tinggal menunggu Pengadaan Cubicle saja untuk penyuplai listrik yang kita jual ke PT. PLN” ujar Sukamta.

Sementara itu pengadaan cubicle sudah dalam proses lelang oleh Kementerian ESDM, serta jadwal uji coba ulang gas engine sudah di jadwalkan dengan PT. PLN sehingga tidak menggunakan Power Bank (penghasil listrik bermesin diesel).

Bupati juga mengusulkan agar harga jual yang semulanya sesuai Peraturan Menteri ESDM nomer 39 Tahun 2017 hanya Rp. 600/KWh bisa ditingkatkan menjadi Rp. 1000/KWh untuk menutupi serta menunjang biaya operasional dilapangan.

“Dalam waktu dekat kita kirimkan Pengusulan penaikan harga ke Kementerian ESDM untuk harga jual ke PT.PLN dan keuntungannnya bisa didapatkan Perusda” tutup Kamta. (rzk/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya