Posting Hate Speech Resahkan Pejuang Covid-19 Mekanik Diamankan

postingan ini sangat membuat down dan meresahkan para perawat, bidan, dan petugas di puskesmas yang sedang berjuang untuk melawan wabah Coroan ini

BANJARMASIN, KP – Bijaklah dalam bersosial media, hanya karena jari penjara menanti.

Ini yang dialami seorang mekanik mobil Fachrurrazi (57). Akibat tulisannya di mesia sosial, ia harus berurusan dengan petugas kepolisian dari Satuan Intelkam Polresta Banjarmasin.

Fachrurazi, warga Jalan A Yani Km1 Banjarmasin harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena diduga menyebarkan ujaran kebencian di Facebook (FB) dua hari yang lalu, atas pemberlakukan PSBB dan kinerja penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemko Banjarmasin.

Selain itu, diduga ia merasa kecewa dan tidak puas dengan aturan PSBB yang diberlakukan Pemko Banjarmasin, TNI dan Polri yang bekerja di lapangan. 

Sehingga, berdampak pada menurunnya pendapatan usahanya sebagai mekanik mobil.

Akibatnya ia pun diciduk di rumah saudaranya di Jalan Pramuka Komplek Melati 3 Banjarmasin, Selasa (12/05/2020) siang.

Kemudian pria gempal berkaca mata minus itu, diperlihatkan Polresta Banjarmasin yang diwakili AKBP Sabana Atmojo, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Dr Machli Riyadi, melakukan jumpa pers di Aula Bag Ops Polresta Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 868
Loading...

Menurut Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan melalui Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo, aksi Fachrurazi melalui postingan informasi bohong dan bernada kebencian lewat FB ini membuat keresahan masyarakat.

“Diharapkan masyarakat bijak dalam pembuatan atau menulis postingan di media sosial,” tuturnya.

Akibat ulahnya itu, Fachrurazi ini diancam Pasal UU ITE dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, postingan yang diunggah Fachrurazi ini membuat resah masyarakat khususnya para tenaga medis di Kota Banjarmasin.

“Tentunya postingan ini sangat membuat down dan meresahkan para perawat, bidan, dan petugas di puskesmas yang sedang berjuang untuk melawan wabah Corona ini,” ujarnya.

Dikatakan Machli, atas perbuatan Fachrurazi ini, pihaknya melaporkan postingan Fachrurrazi ke Polresta Banjarmasin agar ditindak lanjuti.

Saat ditemui Fachrurazi mengungkapkan, ia menulis postingan dilatarbelakangi terpancing emosi dengan komentar kawan sesama di FB.

Dengan kejadian ini, ia mengaku merasa menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. “Saya menyesal dan tak akan mengulangi lagi,” ujarnya. (yul/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya