Bangkit Dari Keterpurukan, Revitalisasi Pariwisata Bakal Dilakukan

Belum diberlakukan sektor pariwisata karena sejak pandemi terdekat dampak sehingga kunjungan para pelancong ke kota berjuluk seribu sungai menurun drastis

BANJARMSIN, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mulai memperbolehkan tempat kerja di sektor jasa dan perdagangan untuk buka dengan menerapkan protokol kesehatan CoVID-19 atau virus corona.

Kebijakan ini diambil guna mendukung keberlangsungan usaha sektor jasa dan perdagangan di masa pandemi yang didukung melalui surat edaran Dinas kesehatan Banjarmasin Nomor 442.11/16/DISKES.

Namun demikian, hal ini belum berlaku untuk sektor pariwisata yang saat ini juga turut terpapar. Dimana sejak pandemi terjadi, kunjungan para pelancong ke kota berjuluk seribu sungai ini menurun drastis. Bahkan boleh dibilang hampir tak ada aktivitas pariwisata yang berjalan.

Hal ini diakui Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banjarmasin, Joko Pitoyo. “Pariwisata kita hancur akibat pandemi ini. Dampaknya banyak sekali, bisa dilihat dari sektor travel perjalanan dan perhotelan,” ungkapnya.

Sejak pandemi terjadi pariwisata di Banjarmasin juga ditutup, seperti Pasar Terapung di Siring Menara Pandang yang digelar setiap akhir pekan ditiadakan, wisata susur sungai, hingga event-event yang menjadi agenda rutin Pemko juga dibatalkan.

“Semuanya terdampak, bisa dilihat dari perosotannya sektor perhotelan maupun travel, Itu bisa menjadi tolak ukur. Pasar Terapung di Tendean setiap akhir pekan, wisata susur sungai juga belum dibuka, masih kami tutup,” jelas Joko

Berita Lainnya
1 dari 1.383
Loading...

Lebih lanjut Joko menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan kapan pariwisata juga bakal dibuka. Sebab, pihaknya juga masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat terkait hal itu.

“Kami masih nunggu, nggak berani buka karena takut berisiko. Di Kementerian Pariwisata juga sedang sibuk mengatur terkait protokol kesehatan untuk dunia pariwisata. Ini harus diperhatikan betul-betul karena kalau sembarangan takutnya jadi masalah,” katanya.

Toh seandainya nanti dibuka kembali tentunya pihaknya juga bakal menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebab menurut Joko, hal ini harus dipersiapkan dengan matang agar tak menjadi masalah di kemudian hari.

“Nantinya jika dibuka tentu juga dengan ketentuan dengan menerapkan protokol kesehatan juga yang barang tentu koordinasinya dengan gugus tugas. Ini kan masih tanggap darurat, ketika new normal baru kita bisa buka,” bebernya.

Kendati demikian Joko mengungkapkan, untuk menghadapi itu tentu pihaknya juga perlu mempersiapkan diri, termasuk berkoordinasi dengan para pelaku usaha sendiri.

Sebab lanjutnya, revitalisasi di sektor pariwisata pasca pandemi harus dilakukan dengan harapan pariwisata di Banjarmasin kembali bangkit dari keterpurukan imbas dari pandemi ini.

“Sudah ada pertemuan dengan beberapa pelaku wisata untuk membahas SOP protokol kesehatan di bidang pariwisata. Makanya kita memang berusaha merevitalisasi berkaitan dengan pariwisata ini, kalau tidak pariwisata di Banjarmasin ini makin anjlok,” tukasnya. (sah/ K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya