PSBB Kabupaten Batola Resmi Diperpanjang PSBB Jilid II

498

Marabahan, KP – penerapan Pembatasan Sosial Berskla Besar (PSBB) di Kabupaten Batola sudah memasuki babak akhir pada 29 Mei 2020, dengan evaluasi dengan perkembangan penyebaran covid 19 di Kabupaten Barito Kuala, kini kembali pemerintah daerah resmi memperpanjang PSBB di bumi Ije Jela.

PSBB tahap pertama sendiri serentak diterapkan oleh tiga kabupaten/ kota, kotamadya banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Batola.

Kabupaten Batola untuk PSBB Jilid II kali ini mengambil kebijakan terlebih dulu dengan memperpanjang PSBB selama 14 hari kedepan.

“Melihat dan meevaluasi PSBB Jilid I dan perkembangan penyebaran covid-19, dihari yang penuh berkah ini, kami memutuskan memperpanjang pemberlakuan PSBB,” tegas Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, dalam konferensi pers yang dihadiri semua unsur Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Jum’at (29/5) di Aula Selidah Marabahan.

PSBB jilid II di Kabupaten Barito Kuala, berlaku sejak 30 Mei 2020 pukul 00.01 Wita. Putusan itu diambil berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan dan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan, serta Keputusan Bupati Batola.

Loading...

Dimana sesuai aturan-aturan itu, PSSB dapat diperpanjang seandainya masih terdapat bukti penyebaran Covid-19.

“Mengenai PSBB jilid kedua ini, sekaligus sosialisasi penerapan ‘new normal’, kami telah mengatur semua kegiatan, baik pendidikan, perekonomian, sosial, budaya dan keagamaan,” tambahnya.

Berbeda dengan PSBB jilid pertama yang lebih menekankan edukasi, PSBB jilid kedua cukup banyak menekankan kedisiplian masyarakat menjalankan protokol kesehatan serta lebih mempertegas pembatasan serta larangan yang sudah ada pada PSBB jilid I, seperti pengawasan pada titik-titik tempat keramaian, keluar masuk orang baik melalui jalur darat maupun jalur sungai. “Kami berharap kedisiplian masyarakat menjalankan protokol kesehatan, mengingat kunci keberhasilan PSBB adalah kedisiplinan masyarakat juga,” harap Noormiliyani.

Meskipun saat ini kabupaten Batola menempati posisi ke 4 kasus postif di kalsel, justru dianggap keberhasilan untuk mengendalikan penyebaran covid-19. ” Ini menandakan bahwa kita berhasil men tracking melalui rapid test massal maupun perorangan,” jelasnya.

Dalam upaya pencegahan, pemkab batola bersama gugus tugas percepatan dan penangganan covid-19, telah melakukan rapid test kepada 900 orang dengan hasil 112 reaktif dan 788 nonreaktif. Kemudian 156 di antaranya juga telah menjalani swab test.

“Dijadwalkan besok, kita akan melaksanakan rapid test massal di kecamatan Alalak, Selanjutnya dilaksanakan rapid test massal di seluruh kecamatan yang dimulai 3 Juni sampai 13 Juni 2020,” tandasnya. (ang/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya