Investasi Tanaman Ketahanan Pangan Berpotensi di Bartim

Tamiang Layang , KP – Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, tiga jenis tanaman yakni padi, jagung dan singkong berpotensi dijadikan invetasi pangan untuk ketahanan pangan di Kabupaten Barito Timur

“Kita kesini untuk melihat potensi tanaman pangan yang ada di wilayah Kabupaten Bartim, dan juga manfaat ekonomi bagi masyarakat Bartim,” kata Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau lokasi ketahanan pangan di Desa Harara Kecamatan Dusun Timur, Rabu ( 2/7 )

Menurutnya, luas lahan yang dimiliki diharapkan bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk ketahanan pangan, dalam arti pertanian secara luas. Jiak tersedianya lahan satu juta hektare, sebanyak itu yang akan dipergunakan untuk ketahanan pangan.

Wahyu juga membawa Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong, untuk meneliti kondisi dan potensi lingkungan serta pengendalian dampak lingkungannya.

“Berkaitan status lahan areal penggunaan lain atau APL, kita juga akan kordinasikan dengan instansi terkait yang ahli di bidangnya,” kata Wahyu.

Berita Lainnya
1 dari 83
Loading...

Wahyu mengakui membawa bberapa ahli di bidang ekonomi, lingkungan, pertanian dan tanaman yang tujuannya untuk bisa mengkonversikan tanaman diatas lahan yang ada menjadi lahan ketahanan pangan.

“Mereka ahli akan mengkaji nilai ekonominya akan lebih besar atau tidak setelah dikonversikan. Jika nilai ekonominya tidak lebih besar, kita tidak melakukannya,” kata Wahyu.

Namun, tambahnya, jika nilai ekonominya besar, maka akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar lokasi ketahanan pangan, yakni warga Bartim sendiri.

Bupati Bartim Ampera AY Mebas menyabut baik kedatangan Wamenhan Sakti WahyuTrenggono dan Wamen LHK Alue Dohong beserta rombongan. Menurutnya, menciptakan ketahanan pangan merupakan salah satu program Pemkab Bartim sebagai penyangga pangan Ibu Kota Negara baru.

“Daerah kita memiliki potensi untuk dikembangkan ketahanan pangan, khususnya untuk menyangga ketahanan pangan ibu kota Negara baru nanti,” kata Ampera. (vna)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya