Kalsel Dijadikan Sumber Pangan dan Sapi

Selain itu, jika tol laut yang dilintasi kapal membawa sapi ke Kalsel, maka waktu pulang ke wilayah Indonesia Timur bisa mengangkut pakan ternak.

Imam Suprastowo

BANJARMASIN, KP – Komisi II DPRD Kalsel menginginkan agar provinsi ini bisa menjadi sumber pangan dan daging/sapi, dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kalsel.

“Kita berupaya mencarikan solusi untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo kepada wartawan, kemarin, di Banjarmasin.

Menurut Imam Suprastowo, salah satu upaya menggali potensi dan mencari solusi untuk menambah PAD, diantaranya menjadikan Kalsel sebagai sumber pangan dan sapi.

“Ini dilakukan melalui kerjasama yang dibangun oleh BUMD Bangun Banua dan lainnya agar bisa mendapatkan PAD di tengah pandemi Covid-19, terutama memperbaiki perekonomian daerah,” tambah politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Diantaranya, MoU BUMD dengan PT Bangun Banua, dimulai dengan pengadaan 100 ekor sapi lebih dari Indonesia bagian timur. Ke depan ini akan menjadi rutinitas antara 400 ekor sapi sampai 500 ekor sapi.

Berita Lainnya
1 dari 458
Loading...

“Syukur-syukur bisa mendapatkan lebih 1.000 ekor sapi,” jelas Imam Suprastowo.

Lebih lanjut diungkapkan, hal ini merupakan upaya mendorong agar ada pendapatan lain, sehingga Pemprov ini mempunyai PAD yang banyak.

Selain itu, jika tol laut yang dilintasi kapal membawa sapi ke Kalsel, maka waktu pulang ke wilayah Indonesia Timur bisa mengangkut pakan ternak.

“Ini akan kita upayakan terus, supaya ada kerjasama pangan padi bisa terserap pada saat panen,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VII, meliputi Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru.

Selain itu, PT Bangun Banua selaku BUMD bisa melaksanakan kerjasama dengan DKI Jakarta atau daerah yang membutuhkan pangan. “Kita upayakan mencari celah sekecil apapun untuk menjadi pendapatan,” tambah Imam Suprastowo.

Kalau Kalsel daging dari sapi dan kambing sangat kurang, sedangkan kalau unggas sangat berlebihan. “ Ini jangan dianggap terus-terusan mengambil sapi dari NTT, tapi kerjasama Provinsi Kalsel harus menjadi sumber dari pangan termasuk sapi,” ungkapnya.

Salah satu contoh Pemkab Tanah Laut sudah meminjam tanah seluas kurang lebih 250 hektar untuk menjadikan padang pengembalaan sapi dan ini akan terus dilanjutkan dengan daerah-daerah lain, karena kalau sapi didalam kandang harganya cukup tinggi, tapi kalau dipadang pengembalaan biaya sapinya cukup murah. (lyn/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya