Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Cetak Rekor 100 Persen Aktif Tapi Minim Fasilitas, TP Posyandu Banjarmasin Siapkan 4 Strategi Jitu

×

Cetak Rekor 100 Persen Aktif Tapi Minim Fasilitas, TP Posyandu Banjarmasin Siapkan 4 Strategi Jitu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260827 WA0082
BIMTEK - Hj. Neli Listriani saat menghadiri Bimtek Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan di Galaxy Hotel Banjarmasin, Kamis (27/08/2026). (Kalimantanpost.com/Repro Prokom)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di tingkat akar rumput terus digenjot oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Tepat pada Kamis (27/08/2026), Ketua TP Posyandu Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, secara resmi menabuh genderang dimulainya Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan yang dipusatkan di Galaxy Hotel Banjarmasin.

Gelaran ini sekaligus menjadi panggung apresiasi bagi para pahlawan kesehatan di lapangan. Hj Neli secara khusus memberikan pujian tinggi kepada Tim Pembina, jajaran TP Posyandu Kecamatan Banjarmasin Tengah dan Kelurahan Antasan Besar, hingga barisan kader Posyandu Antasan Indah 2 yang baru saja mengharumkan nama kota lewat prestasi mentereng di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026.

Kalimantan Post

Prestasi gemilang tersebut nyatanya sejalan dengan tren data evaluasi di lapangan yang sangat menggembirakan.

Hj. Neli membeberkan fakta bahwa saat ini seluruh Posyandu di Kota Seribu Sungai, atau menyentuh angka mutlak 100 persen, telah sukses menyandang status bergengsi sebagai Posyandu Aktif Siklus Hidup.

Meski sukses mencatatkan rekor sempurna secara status, realita di lapangan rupanya masih diwarnai sejumlah pekerjaan rumah yang pelik. Keluhan utama bermuara pada krisis infrastruktur, di mana belum sampai 10 persen Posyandu yang memiliki bangunan mandiri.

Mirisnya, sebagian besar operasional kader terpaksa masih menumpang di rumah warga, area musholla, hingga bangunan Taman Kanak-Kanak, ditambah lagi dengan minimnya kelengkapan alat ukur standar seperti tensimeter digital dan antropometri kit.

Di samping persoalan sarana fisik, tingkat partisipasi warga rupanya masih menjadi tantangan berat. Tingkat kunjungan dari kalangan usia produktif, remaja, anak sekolah, hingga lansia terbilang masih sangat lesu. Tak hanya itu, dari sisi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), jumlah penggerak lapangan yang telah mencapai level kader strata Madya baru merangkak di angka 5,02 persen.

Baca Juga :  "Lempeng Pisang", Lagu Spesial Ciptaan Khairiadi Asa Buat Kado HUT ke-500 Kota Banjarmasin

Tak ingin diam melihat ketimpangan tersebut, Hj. Neli langsung menginstruksikan empat strategi serangan balik yang wajib dieksekusi para kader.

Ia mendesak mereka untuk segera merapat ke Puskesmas guna memvalidasi dan melengkapi kebutuhan alat ukur, lantang menuntut pembangunan fasilitas fisik lewat forum Musrenbang, menerapkan sistem layanan jemput bola dengan waktu bergelombang, serta mematok target keras untuk mencetak minimal 30 persen kader strata Madya sebelum tutup tahun ini.

Menutup arahannya, Hj. Neli mewanti-wanti agar keterbatasan sarana prasarana jangan sampai meredupkan nyala semangat para relawan di garda terdepan. Ia menuntut para peserta Bimtek untuk lebih lincah merayu warga dengan teknik komunikasi persuasif yang tajam.

“Perjuangan kita tentu tidak berhenti sebatas di ruangan Bimtek ini, apa yang kita laksanakan hari ini justru menjadi titik mula dari kerja keras kita bersama untuk mengawal kesejahteraan hidup seluruh warga masyarakat,” pungkasnya. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan