BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Memperkuat pembelajaran praktik biologi, Prodi Biologi FMIPA menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru SMAN 2 Banjarbaru melalui Pelatihan Pembuatan Awetan Hewan dan Tumbuhan Berbasis Keanekaragaman Hayati” pada 14–15 Juli 2026 lalu.
Melalui program ini, guru, laboran, dan siswa diberikan materi serta dilatih secara langsung teknik pembuatan awetan basah serta kering untuk spesimen hewan dan tumbuhan.
Rangkaian acara hari pertama dibuka dengan sambutan Ketua Pelaksana, Hameda Dhaka Kusuma Taufiq, SSi, MSi dan perwakilan dari sekolah, Dian Tri Yulihastarmi, SSi, MPd. Tim dosen memberikan pembekalan teori mengenai teknik pembuatan awetan kering tumbuhan sebagai landasan sebelum praktik. Selanjutnya, guru, laboran, dan siswa berburu tanaman di sekitar lingkungan sekolah. Bahan yang diperoleh langsung diolah melalui proses pengeringan hingga pembingkaian herbarium.
Pada hari kedua, pelatihan berfokus pada teknik pengawetan hewan dan tumbuhan berdaging. Peserta mempraktikkan pembuatan awetan kering hewan menggunakan sampel serangga (Insecta), serta awetan basah kerang-kerangan dengan larutan alkohol 70 persen.
Selain itu, peserta dilatih membuat herbarium basah untuk tumbuhan seperti Pinus merkusii dan Gnetum gnemon menggunakan teknik alkohol bertingkat.
Di sela kegiatan, tim dosen turut mengenalkan Program Studi S1 dan S2 Biologi FMIPA. Pelatihan diakhiri dengan pengisian kuesioner post-test, penyerahan plakat, dan penutupan resmi.
Peserta tampak antusias mengikuti seluruh tahapan pelatihan. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga mendorong pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar biologi yang nyata dan kontekstual,” papar Ketua Pelaksana, Hameda Dhaka Kusuma Taufiq, SSi, MSi.
Lewat program pengabdian ini, lanjut dia, kompetensi guru dan laboran diharapkan terus meningkat dalam mengolah keanekaragaman hayati sekitar menjadi media pembelajaran yang interaktif. (ful/KPO-3)















