“Bergabung Orang Hebat, Upaya Tidak Menghianati Hasil”

PENGUNGKAPAN 300 Kilogram narkotika jenis shabu-shabu di halaman parkir Hotel Sienna Inn, pada Kamis (6/8/2020) lalu, menjadi prestasi terbesar sepanjang sejarah Polda Kalsel dan tak terlupakan.

Atas keberhasilan menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya narkotika itu, tak hanya bikin salut warga umum, organisasi masyarakat dan tokoh agama. Bahkan pula diapresiasi Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor bersama Forkopimda.

Pengungkapan itu tak semudah seperti “membalik telapak tangan”. Tentu ada suka duka mereka yang ada “dibalik layar”, saat di lapangan hingga berhasil membongkar peredaran tersebut.

Kata yang terlontar pertama “Upaya Tidak Akan Menghianati Hasil”.

Takad memberantas narkoba inipun, tak lepas siapa sosok pucuk pimpinannya, didukung orang-orang di sekelilingnya hingga jajaran.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Nico Afinta, adalah yang selalu memberikan spirit dan arahan.

Selama menjabat, tak hanya menyoal sub narkoba saja. Namun, juga masalah tindak pidana umum dan pidana khusus menjadi perhatiannya.

Itu demi ketenangan, keamanan ketertiban di masyarakat dengan menggerakan personel selalu di lapangan melindungi, mengayomi masyarakat.

Lainnya juga secara khusus masalah pengawasan, pencegahan yang menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah.

Baik soal antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pencegahan serta percepatan penuntasan penyebaran virus Corona (Covid-19) hingga soal akan berlangsungnya pesta demokrasi yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Sosok Irjen Pol Nico Afinta, diketahui pula pernah membongkar serta menggagalkan peredaran shabu-shabu dalam jumlah 1 ton, saat menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya hingga pengungkapan kasus-kasus besar lainnya saat ia menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum di Polda yang sama.

Kini apa arahan kapolda, menjadi perhatian serius orang-orang di sekelilingnya untuk melangkah dan penindakan.

Seperti Kombes Pol Iwan Eka Putra, sebelum menjabat Direktur Resnarkoba Polda Kalsel, pernah menjabat di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) di daerah lain dengan banyak pengungkapan jaringan narkoba.

Kemudian AKBP Budi Hermanto SIK MSi, yang akrab disapa Buher, Wadir Resnarkoba, yang sebelumnya baik di Polda Metro Jaya maupun menjabat Kapolres di wilayah Polda Jawa Timur, banyak juga pengungkapan dan prestasi.

Kemudian AKBP Ugeng S, kini jabat Kasubdit II Dit Resnarkoba Polda Kalsel.

AKBP Ugeng, dari sebelumnya menjabat Kasubdit I, juga beberapa kali mengungkap narkoba dalam jumlah besar.

Untuk pengungkapan yang 300 kilogram ini pula, AKBP Budi Hermanto dan AKBP Ugeng S, hampir sebulan tak pulang ke rumah, hanya demi melacak, mengikuti jejak peredaran narkotika internasional.

Keberhasilan tentunya tak lepas koordinasi Kapolda Kalsel dengan Tim Satuan Tugas khusus (Satgassus) Bareskrim Polri dan Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya.

“Semua berawal dari surveillance (pengawasan) di Sintang, Pontianak.

Lalu beralih ke Tanjung Selor dan berakhir di Banjarmasin,” ungkap AKBP Budi Hermanto, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2000 ini.

Berita Lainnya

Lana Tikam “PIL” Gadis Pujaannya

1 dari 874
Loading...

Memang lanjutnya, lebih kurang satu bulan melakukan surveillance.

“Dalam penyelidikan pastinya ada suka duka,” ucap Buher yang juga pernah bertugas di Polda Metro Jaya dan dikenal karena penuh prestasi.

Bahkan dulunya dipercaya menjadi Kanit Bunuh Culik Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya.

Pada bagian lain ditanya apa sukanya. Ia jawab karena bergabung bersama tim dan orang-orang yang hebat.“Tak lepas support full dari Pak Kapolda, Wakapolda dan Direktur,” ucapnya lagi.

Kemudian untuk hambatan dalam pengungkapan pada waktu itu dikatakan, tidak ada.

“Hanya salut saja pengorbanan tim yang harus tetap bekerja di saat itu Hari Raya Kurban, harus berpisah dengan keluarga.

Tapi semua itu terobati, karena upaya tidak akan menghianati hasil,” ungkap AKBP Budi Hermanto.

Diketahui sejak 9 Juli 2020, tim mendalami informasi adanya narkotika yang akan masuk di Kalsel.

Kemudian, tim berhasil menangkap dua tersangka berinisal AY dan S.

Dari dua tersangka tersebut dikembangkan dan menangkap lagi dua tersangka dengan inisial A dan R di parkiran Hotel Siena In Banjarmasin.

Barang bukti 10 karung yang kemudian ditimbang dengan total 300 kilogram.

Sedangkan Kombes Pol Iwan Eka Putra sebutkan, jaringan diduga dari Malaysia, terus berupaya ditelusuri dan kembangkan kasusnya.

“Iya kita terus analisa, meski sulit karena jaringannya tertangkap otomatis alat komunikasi hilang semua.

Namun kita berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan,” katanya.

Untuk barang bukti, dititipkan ke Direktorat Tahti Polda Kalsel, dengan penjagaan ketat atas perintah Kapolda Kalsel.

“Barang bukti dijaga Brimob dan Provost Polda Kalsel, dan tersangka masih di tahanan Polda Kalsel untuk dilakukan pemeriksaan yang mendalam,” tambahnya.

Ditanya peran dari empat tersangka, ia menyebutkan dua orang asal Kotabaru berinisial AY dan S penjemput barang pertama di Kaltara.

Dan dua orang lainnya A dan R yang berasal dari Balikpapan adalah penerima barang di Banjarmasin.

“Jaringan tidak saling bertemu, namun mereka saling tahu dan saling menginformasikan, biasanya mereka memang sudah pernah melakukan, tetapi mungkin mereka main di daerah lain.

AY dan S ini belum pernah main di daerah Tanjung Selor, dan memang kerja jaringan seperti itu berputar-putar dan acak.

Penerima di Banjarmasin A dan R belum tahu barang akan dibawa kemana, namun kalau sudah diterima ada perintah lanjutan,” ucap Iwan. (Aqli)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya