Kondisi RPH dan RPU Makin Memprihatinkan

Padahal keberadaan RPH dan RPU yang berada dalam satu lokasi itu sudah lama direncanakan perbaikan, namun sampai sekarang belum direalisasikan

BANJARMASIN, KP – Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) yang berlokasi di kawasan Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan saat ini kondisinya makin memprihatinkan. Masalahnya, karena hampir seluruh sarana dan prasarana yang ada di lokasi itu dinilai sangat tidak memadai lagi.

“Padahal keberadaan RPH dan RPU yang berada dalam satu lokasi itu oleh Pemko Banjarmasin sudah lama direncanakan perbaikan, namun sampai sekarang belum direalisasikan,” kata anggota komisi II DPRD Kota Banjarmasin, M Natsir.

Kepada KP Selasa (4/8/2020) ia berharap, agar pihak Pemko secepatnya menanggulangi keterbatasan sarana dan prasarana tersebut. Mengingat ujarnya, bila tidak masalah ini tidak ada perhatian dari Pemko akan sangat berdampak terhadap lingkungan sekitar.

Anggota dewan dari F-PDIP ini mengemukakan, janji perbaikan sempat dilontarkan oleh Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah ketika melakukan peninjauan dan melihat langsung kondisi ke RPH dan RPU beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, usulan dan harapan dewan agar melakukan pembenahan RPU dan RPH sebenarnya juga sudah cukup lama disampaikan kepada pihak Pemko Banjarmasin. “ Karena dinilai mendesak, dewan sendiri melalui badan anggaran sudah memberikan dukungan agar perbaikan itu dianggarkan dalam APBD,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.390
Loading...

Menurut penilaiannya, hal paling paling mendesak dalam pembenahan RPH dan RPU selaian soal sarana dan prasarana yang sudah tidak memadai lagi adalah soal pengelolaan dan penanganan limbah.

Masalahnya katanya menegaskan,, sistem pengolahan limbah merupakan hal yang vital dalam RPH dan RPU. Dikemukakan, sistem saluran pembuangan limbah cair pada RPU harusnya cukup besar dan didesain agar aliran limbah mengalir dengan lancar dan tidak mencemari tanah atau sungai serta lingkungan sekitar.

Demikian pula, persyaratan bangunan utama yaitu meliputi tata ruang bangunan yang didesain agar searah dengan alur proses serta memiliki ruang yang cukup sehingga seluruh kegiatan pemotongan dapat berjalan baik dan higienis.

Tempat pemotongan baik di RPH maupun di RPU lanjutnya, juga harus didesain sedemikian rupa agar pemotongan unggas memenuhi persyaratan dan benar-banar terjamin halal. “Tidak kalan penting saat pemotongan unggas darah ayam atau unggas disebelih bena-benar tertampung dengan baik,” kata M Natsir.

Lebih jauh ia mengemukakaan, kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan asal hewan khususnya daging saat ini semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya kesadaran dan tingkat pendidikan masyarakat .

Ditegaskannya, terkait untuk melindungi masyarakat, maka keamanan dan kualitas berbagai produk pangan yang akan dikonsumsi harus Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Menurutnya, kebijakan tersebut tertuang dalam UU Nomor : 7 Tahun 1996, tentang ”Pangan”.

“ Karenanya setiap pengolahan produk pangan termasuk daging, maka wajib memiliki sarana dan prasarana sesuai persyaratan yang telah ditentukan agar tidak mencemari lingkungan dan membahayakan atau berdampak terhadap kesehatan manusia,“ demikian kata M Natsir. (nid/k-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya