Banjarmasin Jadi Tuan Rumah Festival HAM 2020

Banjarmasin, KP – Untuk kali pertama Festival HAM (Hak Asasi Manusia) digelar di luar pulau Jawa. Perayaan momentum tahunan itu telah disepakati untuk diselenggarakan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 17-19 Desember 2020 mendatang.

Bahkan, tema perayaan pun dikaitkan dengan situasi Pandemi Covid-19 yang saat ini menimpa hampir di seluruh wilayah di Indonesia, sementara tema yang digaungkan yakni, Menegakkan HAM di Masa Pandemi Covid-19, Tantangan dan Solusinya secara online (dalam jaringan/daring).

Bukan tanpa alasan, tema tersebut dipilih karena pada tahun 2020 ini seluruh dunia termasuk Indonesia khususnya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sedang dilanda wabah virus corona (Corona Virus Disease) tahun 2019 atau Covid-19 yang telah menimbulkan dampak serius terhadap tatanan kehidupan masyarakat di semua bidang.

Penetapan Banjarmasin sebagai tuan rumah Festival HAM 2020 sendiri dikarenakan Kota dengan julukan Seribu Sungai ini memiliki praktik baik dalam menerapkan nilai-nilai HAM yaitu Banjarmasin sebagai kota inklusi, kota toleran, kota peduli kelompok rentan, dan kota peduli lingkungan. Pasalnya pemajuan dan perlindungan HAM tidak hanya tanggung jawab Pemerintah Pusat tetapi juga tanggung jawab Pemerintah Daerah dan masyarakat sipil/warga.

Hal tersebut ditetapkan pada saat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Kantor Staf Presiden (KSP), Pemerintah Kota Banjarmasin, dan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), pada hari ini melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman tentang penyelenggaraan Festival HAM 2020 di Kota Banjarmasin.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM), Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan), Ibnu Sina (Walikota Banjarmasin, Kalimantan Selatan), dan Sugeng Bahagijo (Direktur Eksekutif INFID), Penandatanganan MoU ini dilaksanakan untuk memperkuat komitmen yang telah dibuat secara lisan.

Berita Lainnya

Aktivis Kampus Dipolisikan

Jembatan Tak Ada IMB Karena Lupa

1 dari 1.612

Nota Kesepahaman ini berlaku sejak tanggal 23 September 2020 sampai dengan tanggal 31 Desember 2020. Ruang lingkup MoU ini meliputi, pembentukan panitia bersama, perumusan kerangka acuan kegiatan, keterlibatan dalam keseluruhan proses kegiatan, pencarian dan penggalangan dana, promosi dan sosialisasi kegiatan dan evaluasi kegiatan.

Kegiatan di dalam Festival HAM meliputi konferensi dan non konferensi. Kegiatan konferensi terdiri dari diskusi pleno, diskusi paralel, sesi khusus dan deklarasi. Kegiatan non konferensi berupa, pentas seni budaya, pameran hasil karya rakyat, kunjungan ke tempat-tempat yang telah berhasil mempraktikkan nilai-nilai HAM dengan baik, dan lain-lain.

Para pihak sepakat untuk melaksanakan kegiatan festival sebagai bagian dari prioritas pemerintah untuk memajukan, menghormati, melindungi, memenuhi HAM, memperkuat moderasi beragama dan toleransi di seluruh wilayah Indonesia yang dicapai dengan cara menampilkan praktik yang baik maupun mengidentifikasi praktik-praktik yang kurang baik. Termasuk praktik-praktik penanganan Covid-19 yang lebih inklusif dan lebih berdaya oleh pemerintah daerah dan masyarakat sipil/kelompok warga.

Panitia Bersama Festival HAM terdiri dari panitia inti yaitu Komnas HAM, KSP, Pemerintah Kota Banjarmasin, INFID — yang hari ini menandatangani MoU. Selain itu ada juga dukungan dari kementerian/lembaga seperti Kemendagri, Kemendikbud, Kemenpora, Komnas Perempuan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang akan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan di konferensi dan non konferensi. Kegiatan Festival HAM 2020 akan menghadirkan ribuan peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Untuk diketahui, Festival HAM 2020 sendiri merupakan forum bersama untuk merayakan praktik-praktik baik dalam melaksanakan pembangunan yang berbasis HAM dengan memperhatikan kearifan lokal.

Forum ini dapat menyediakaan dan menularkan informasi dan inspirasi serta menjadi wadah pertukaran pengalaman dan pertukaran praktik-praktik inovatif lainnya di bidang HAM. Festival HAM 2020 bertujuan untuk menyebarluaskan nilai-nilai HAM dan inisiatif Kabupaten/Kota HAM ke seluruh masyarakat.

Kegiatan Festival HAM bermula dari kegiatan bernama Konferensi Kabupaten/Kota HAM yang diselenggarakan pada 2014 dan 2015 di Jakarta. Pada tahun ketiga (2016) sampai dengan 2019, nama Konferensi Kabupaten/Kota HAM diganti dengan nama Festival HAM agar lebih banyak melibatkan publik dan tidak terlalu kaku. (Diskominfo/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya