Banyak Nama Jalan di Banjarmasin Tak Terdata

Wakil Ketua Komi I DPRD Kota Banjarmasin Mathari meminta Pemko Banjarmasin mengambil langkah dengan melaksanakan pendataan topinimi

BANJARMASIN, KP – Seiring semakin meningkatnya pertumbuhan pemukiman baru membuat banyak nama jalan di Banjarmasin sebagai ibukota Provinsi Kalsel yang belum terdata.

Wakil Ketua Komi I DPRD Kota Banjarmasin Mathari meminta Pemko Banjarmasin mengambil langkah dengan melaksanakan pendataan topinimi.

Kepada (KP) Senin (21/9/2020} Mathari menjelaskan, toponimi adalah bahasan ilmiah tentang nama tempat, asal-usul, arti, penggunaan, dan tipologinya.

Istilah tersebut katanya, berasal dari bahasa Yunani topos yang berarti tempat dan diikuti oleh onoma yang berarti nama. Toponimi merupakan bagian dari onomastika, pembahasan tentang berbagai nama.

Bahkan dalam istilah etnologi lanjutnya, toponimi adalah sebuah nama yang diturunkan dari suatu tempat atau wilayah. Suatu toponimi adalah nama dari tempat, wilayah, atau suatu bagian lain dari permukaan bumi, termasuk yang bersifat alami seperti sungai.

Lebih jauh dijelaskan , sesuai Permendagri Nomor : 38 tahun 2008, untuk toponimi atau penamaan rupa bumi di Indonesia, tidak hanya nama-nama jalan, tapi juga sungai, pulau maupun tempat bersejarah lainnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.623

” Langkah awal pendataan yang dilakukan adalah dengan melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada lurah dan camat serta instansi terkait dalam pendataan,” kata wakil ketua komisi membidangi masalah pemerintahan dan penegakkan Perda dari F-PKS ini.

Menurutnya, pendataan juga dibutuhkan untuk memverifikasi apakah ada nama-nama yang berubah, misalnya nama jalan dahulu apa? Sekarang menjadi apa, atau bisa juga namanya tetap dari sejak dulu hingga sekarang.

Dalam pendataan ini kata Mathari mengusulkan, alangkah baiknya juga diuraikan pula tentang asal-usul sejarah penamaan jalan tersebut.

Maksudnya tandas Mathari, agar masyarakat minimal mengetahui sejarah penamaan sebuah jalan atau suatu kawasan. ” Seperti Pulau Tatas banyak masyarakat yang saat ini tidak mengetahui di mana letak Pulau Tatas dan juga mengapa dinamakan dengan Tatas.” ujarnya.

Dikemukakan, Pulau Tatas dulunya berada di kawasan di kawasan Jalan Sudirman, tepatnya Masjid Raya Sabilal Muhtadin sekarang. Di lokasi itu dulu terdapat asrama atauvrunah dinas polisi.

Lebih dikatakan, begitu pula sejarah Sungai Andai, SunfaibJinfah, Kuin, Kampung Gedang, Pacinan dan penamaan sejumlah wilayah lainnya di Banjarmasin.

Selain itu, penyebutan nama jalan masih ada yang simpang siur seperti nama jalan Brigjen Haji Hasan Basri, wilayah itu malah sering disebut Kayutangi.

Mathari menyebutkan dengan adanya toponimi ini, maka nama nama jalan, tempat, sungai ataupun lainnya diharapkan bisa menjadi informasi pariwisata sekaligus bisa menjadi batas wilayah kelurahan, kecamatan atau Kabupaten/ Kota. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya