Ibnu Tak Ambil Cuti di Penetapan 

Banjarmasin, KP – Ibnu Sina bisa saja mengambil cuti di luar tanggung negara pada saat penetapan calon Walikota dan Wakil Walikota yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini, Rabu (23/09/2020). 

Tapi itu urung dia dilakukan. Sang petahana lebih memilih cuti pada masa kampanye nanti, yakni 26 September. Ada alasan mengapa ini dipilih Ibnu. Yang paling kuat soal menyempatkan diri di perayaan Hari Jadi Banjarmasin ke – 494.

“Tanggal 24 (September) masih sebagai walikota. 26 (September) bapak baru cuti. Itulah kekuatan incumbent,” ujar Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Banjarmasin, Dolly saat ditanya seratus Ibnu saat puncak hari jadi belum lama tadi.

Dolly mengaku soal status Ibnu masih menjabat sebagai walikota pada 24 September itu juga sudah dikonsultasikan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sehingga hal itu dipastikannya tak bakal menjadi masalah di kemudian hari. Ibnu dikatakan Dolly punya kelonggaran karena sebagian petahana.

Lain halnya calon dari anggota dewan. Contoh Ananda bersama pasangannya Mushaffa Zakir. Mereka berdua harus mundur sebagai anggota dewan saat penetapan calon hari ini.

Berita Lainnya

JMSI Jatim Jamin Anggotan Medianya Kredibel

1 dari 1.589

Lebih ketat lagi calon yang berasal dari ASN. Mereka harus pensiun jauh-jauh hari. Ambil contoh lagi Haris Makkei, Arifin Noor, dan Khairul Saleh, mereka bertiga harus pensiun saat mendaftar sebagai bakal calon.

Soal masih menjabat sebagai walikota setelah penetapan ini  juga ditegaskan Ibnu beberapa kali saat ditanya awak media. “Hari jadi masih (sebagai walikota). Keluar rumah dinas setelah cuti,” katanya.

Lantas apakah benar apa langkah Ibnu ini benar? Pertanyaan ini disodorkan ke Ketua Bawaslu Banjarmasin, Muhammad Yasar. “Cuti kan sesuai di aturan itu selama masa kampanye. Berarti kan tanggal 26 dan seterusnya. Kurang lebih 71 hari,” ujar Yasar.

Pada saat cuti nanti Ibnu berserta istri tak diperbolehkan menggunakan fasilitas negara. “Tak boleh menggunakan fasilitas negara. Persetujuan dari gubernur juga sudah tembusannya,” katanya.

Selain itu, Yasar menambahkan untuk calon dari anggota dewan memang lebih awal untuk melepas jabatannya. Yakni pada saat penetapan hari ini. “Dewan mereka juga mengajukan pengunduran diri. SK (surat keputusan) wajib keluar pada saat ditetapkan,” tukasnya. (sah/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya